Penumpang Sepi, Kereta Sarangan Ekspres Berhenti Beroperasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kereta Api (Unay)

    Ilustrasi Kereta Api (Unay)

    TEMPO.CO, Madiun -  PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) VII Madiun menghentikan operasional kereta api Sarangan Ekspres jurusan Madiun - Surabaya mulai Senin, 16 Februari 2016. Manajer Humas PT KAI Daop setempat Supriyanto, mengatakan penghentian ini dilakukan karena minat penumpang kereta kelas bisnis ini rendah.  "Tingkat okupansinya rata-rata hanya 60 persen," kata Manajer Humas PT KAI Daop VII Madiun, Supriyanto, Kamis, 11 Februari 2016.

    Menurut  Supriyanto, dari 300 kursi yang tersedia pada enam rangkaian kereta ini mayoritas hanya ditempati 180 penumpang untuk keberangkatan dari Stasiun Madiun maupun Stasiun Gubeng, Surabaya. Adapun pendapatan yang diperoleh PT KAI dari penjualan tiket dengan harga per lembar Rp 60 ribu rata-rata Rp 10,8 juta per hari.

    Hasil penjualan tiket tersebut tidak mencukupi biaya operasional kereta. Misalnya saja untuk pembelian bahan bakar minyak, pengereman, dan kebutuhan kru kereta. Untuk mencukupi biaya tersebut jumlah tiket yang terjual paling sedikit 210 lembar atau 70 persen dari kapasitas kereta dengan nominal pemasukannya Rp 12,6 juta per hari.  "Karena inilah manajemen mengistruksikan agar kereta Sarangan Ekspres dihentikan," ucap Supriyanto.

    Dengan dihapusnya kereta Sarangan Ekspres secara otomatis penjualan tiket pun dihentikan. Begitu juga dengan penjualan tiket on-line yang telah ditutup November 2015. Sedangkan pembelian di loket reservasi secara langsung ditutup pada 15 Februari 2016. "Untuk rangkaian keretanya dikembalikan seperti (fungsi) sebelumnya," ujar dia.

    Rangkaian Kereta Sarangan Ekspres menggunakan rangkaian kereta Mutiara Selatan jurusan Surabaya - Bandung PP. Karena jadwal keberangkatannya malam hari maka kereta ini terparkir mulai pagi hingga sore. "Sekitar dua tahun ini kereta Sarangan Ekspres digunakan untuk melayani penumpang jarak dekat. Tujuannya mengoptimalkan rangkaian kereta Mutiara Selatan," Supriyanto menjelaskan.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?