Kualitas Beras Buruk, Penjualan Lesu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Bulog, Djarot Kusumayakti (tengah) melihat stok beras di gudang bulog Jakarta, 27 Juni 2015. Bulog menyiapkan beras medium sebanyak 21 ribu ton untuk Operasi Pasar di Jakarta. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Direktur Utama Bulog, Djarot Kusumayakti (tengah) melihat stok beras di gudang bulog Jakarta, 27 Juni 2015. Bulog menyiapkan beras medium sebanyak 21 ribu ton untuk Operasi Pasar di Jakarta. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Tegal - Penjualan beras di Kota Tegal, Jawa Tengah, dan sekitarnya dalam satu pekan terakhir sepi, lantaran kualitas beras yang turun akibat cuaca buruk. Para pedagang di sentra penjualan beras Martoloyo, Kota Tegal, mengeluhkan penjualan turun 50 persen dibanding hari biasanya. "Sepi pembeli sejak sepekan terakhir," kata penjual beras di pasar, Nur Edi, 55 tahun, Kamis, 11 Februari 2016.

    Dalam satu hari, Nur biasa menyetok beras yang dia beli dari Demak dan Pati sebanyak 5 ton. Biasanya dia bisa menjual beras 2 ton per hari. Namun sepekan terakhir penjualannya turun menjadi 1 ton per hari. "Penjualan turun 50 persen," kata dia. Nur biasanya menjual beras ke tengkulak di sekitar Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Brebes.

    Pantauan Tempo di Pasar Martoloyo, Kamis siang, aktivitas jual-beli memang lebih sepi dibanding hari biasanya. Begitu juga aktivitas bongkar-muat tidak tampak di pasar induk beras terbesar di Tegal dan Brebes itu. Nur mengaku hari itu, dia belum mendapatkan pembeli. “Itu lihat belum ada daftar pembeli di buku saya,” kata Nur.

    Menurunnya penjualan diduga karena kualitas beras akhir-akhir ini memburuk. Penyebabnya, saat musim hujan, pengeringan gabah tidak maksimal sehingga butiran beras banyak yang patah. Dalam kondisi normal, butiran patah hanya 10 persen. “Tapi saat musim hujan ini sampai 30 persen,” ujar Nur.

    Adapun harga beras saat ini cenderung stabil. Menurut Nur, harga beras untuk kualitas sedang dijual seharga Rp 9.000 per kilogram. Sedangkan harga beras kualitas super dijual dengan harga Rp 10.500 per kilogram. Kebutuhan beras di wilayah Pantura Barat memang dipasok dari Pasar Martoloyo. Sehingga harga beras di pasaran tergantung harga beras di pasar tersebut.

    Pedagang beras lainnya, Amir Mahrudi, 37 tahun, juga mengalami hal serupa. Penjualan beras di tempatnya anjlok sejak sepekan terakhir lantaran kualitas beras menurun. Menurut dia, banyak pelanggan yang enggan membeli beras dalam jumlah banyak saat musim hujan ini karena khawatir beras cepat membusuk. “Orang membeli sedikit-sedikit saja,” kata Amir.

    Harga jual beras di tempat Amir juga masih stabil. Namun sedikit berbeda dengan Nur, harga beras kelas medium di tempat Amir menurun Rp 100 per kilogram. “Harga kelas medium yang semula Rp 9.000 per kilogram turun jadi Rp 8.900 per kilogram,” ujar Amir.

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.