Banjir di Pangkalpinang, Satu Orang Meninggal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Banjir. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ilustrasi Banjir. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta -  Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat satu orang meninggal dalam bencana banjir melanda Pangkalpinang, Bangka Belitung sejak 9-10 Februari 2016. Curah hujan yang tinggi menyebabkan beberapa daerah masih terendam banjir.

    “Saat ini banjir masih terjadi di 13 titik,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya pada Kamis, 11 Februari 2016. Daerah tersebut adalah Kampung Bintang, Gudang Padi, Kampung Opas, Sumber Rejo, Gedung Nasional, Linggarjati, Jalan Trem, Pintu Air, Ahmad Yani Dalam, Padang Baru, Desa Jeruk, Mesu Timur, serta Parit Lalang.

    Sutopo mengatakan banjir merendam 3.112 rumah. Sebanyak 2.316 warga mengungsi. Mereka tersebar di 16 tempat. Berikut merupakan rincian jumlah pengungsi di masing-masing tempat:

    1. 200 orang di SD 2 Parit Lalang
    2. 420 orang di SD 26 Pasir Putih
    3. 3 orang di Paud Alam KC Pedang
    4. 181 orang di Gor KC Pedang
    5. 300 orang di Rumah Dinas Wali Kota Pangkalpinang
    6. 27 orang di Panti Wangka
    7. 500 orang di Masjid Jamik
    8. 100 orang di SD Teresia
    9. 200 orang di Gedung Serba Guna S. Selan
    10. 11 orang di Gudang di Mesu Timur
    11. 30 orang di Posyandu RT 03 KC Pedang
    12. 19 orang di bekas Kantor UBB dan Timah
    13. 100 orang di Panti Asuhan Al Ikhlas
    14. 150 orang di Biara Kesusteran
    15. 60 orang di Kodim
    16. 15 orang di STIE Pertiba
    17. Selain tempat tersebut, beberapa warga mengungsi ke rumah keluarga yang tidak terendam banjir dan hotel di sekitar Pangkalpinang.

    Pemerintah Provinsi Bangka Belitung telah menetapkan status darurat banjir selama 14 hari sejak 8 Februari 2016. Untuk menangani banjir, sebanyak 2.046 personel gabungan diturunkan. Mereka berasal dari TNI, Polri, BPBD, Tagana, PMI, Pramuka, Basarnas, dan instansi terkait lainnya. Mereka bertugas melakukan pencarian, penyelamatan, evakuasi, serta pemenuhan kebutuhan dasar.

    Bantuan yang diberikan untuk para korban banjir terus mengalir. BPBD menyediakan satu unit Jembatan Bailey sepanjang 15 meter untuk menghubungkan Pangkalpinang ke Pelabuhan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Barat. BPBD juga memberikan bantuan logistik ke posko-posko pengungsian. Bantuan berupa makanan, pakaian, obat-obatan, susu, serta terpal.

    Sutopo mengatakan air sudah mulai surut di beberapa lokasi banjir. “Namun hujan yang cukup deras bisa kembali menimbulkan banjir,” kata Sutopo.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.