Bupati Lumajang: Menikah 3 Kali Saja daripada Jadi LGBT  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Forum Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, Intersex, dan Queer (LGBTIQ) menunjukan pin saat mengikuti kegiatan Dialog Nasional Gerakan LGBTIQ Indonesia di Medan, Sumatera Utara, 17 Desember 2015. ANTARA FOTO

    Anggota Forum Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, Intersex, dan Queer (LGBTIQ) menunjukan pin saat mengikuti kegiatan Dialog Nasional Gerakan LGBTIQ Indonesia di Medan, Sumatera Utara, 17 Desember 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Lumajang - Fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) menjadi perbincangan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Bupati Lumajang As'at Malik mengklaim memiliki tip manjur agar pria tak tak masuk dunia LGBT.

    Menurut Bupati As'at, LGBT ini sudah ada di zaman Nabi Luth, yakni kegiatan seks menyimpang. Daripada berperilaku LGBT, As'at menyarankan, laki-laki menikah dua atau tiga kali. "Nikah dua atau tiga saja boleh. Kok, jadi tidak normal orang-orang itu (LGBT)," ujar As'at, hari ini, 11 Februari 2016.

    BacaBersikap Adil kepada LGBT

    Entah apakah As'at paham soal LGBT, dia menjelaskan bahwa ketika seorang laki-laki memiliki kekuatan berlebihan disarankan punya dua atau tiga istri. "Sebenarnya kalau dia memang over kekuatannya, boleh dua atau tiga, tidak usah menjual diri," katanya. Sedangkan untuk perempuan, harus menghormati suami. "Kalau suami kurang kuat, ya disuruh minum jamu," ujarnya. 

    Baca jugaKetika Isu LGBT Mulai Dipolitisasi

    Dia mengatakan semua institusi mempunyai kewajiban menangani masalah LGBT, terutama menguatkan kegiatan keagamaan. "Kalau imannya kuat ya selesai. Itu (LGBT) akan selesai dengan sendirinya." As'at mencontohkan, mengharamkan persentuhan laki-laki dan perempuan, seperti berboncengan dengan selain muhrim, itu bisa mencegah perilaku LGBT.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.