Wali Kota Bogor Resmikan Kantor Organisasi Anti-Pancasila

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Bogor, Bima Arya mengatur arus lalu lintas untuk mengurai kemacetan yang terjadi di Kota Bogor, 6 Januari 2016. Politisi PAN tersebut mengatakan, banyak persoalan yang menjadi catatan terkait kemacetan di Bogor, antara lain parkir liar di trotoar, angkot yang kerap ngetem menghambat laju kendaraan, PKL, parkir ojek yang menggunakan badan jalan, serta aktivitas warga yang menyebrang sembarangan. Lazyra Amadea Hidayat

    Walikota Bogor, Bima Arya mengatur arus lalu lintas untuk mengurai kemacetan yang terjadi di Kota Bogor, 6 Januari 2016. Politisi PAN tersebut mengatakan, banyak persoalan yang menjadi catatan terkait kemacetan di Bogor, antara lain parkir liar di trotoar, angkot yang kerap ngetem menghambat laju kendaraan, PKL, parkir ojek yang menggunakan badan jalan, serta aktivitas warga yang menyebrang sembarangan. Lazyra Amadea Hidayat

    TEMPO.COJakarta - Di media sosial dan pesan berantai, beredar foto Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto sedang berpidato dalam acara “Silaturahmi Tokoh dan Peresmian Kantor DPD II Hizbut Tahrir Indonesia Kota Bogor” pada Senin, 8 Februari 2016.

    Foto itu dikecam pelbagai kalangan karena Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) adalah organisasi yang didirikan di Yerusalem pada 1953 dan hendak mendirikan Khilafah Islamiyah. Organisasi ini, misalnya, menolak Pancasila sebagai asas tunggal dalam Undang-Undang Organisasi Kemasyarakatan sebagai asas wajib organisasi di Indonesia.

    BACA: Bogor Paling Tak Toleran, Ini Komentar Bima Arya

    Bima Arya mengakui hadir dalam peresmian kantor HTI itu. Ia memuji kemandirian HTI di Kota Bogor hingga bisa punya kantor sendiri di Jalan Raya K.S. Tubun 19, Warung Jambu, Bogor Utara.

    Saat berpidato, Bima mengaku menyampaikan pandangannya soal HTI. “Saya sampaikan perbedaan pendapat saya mengenai konsep Khilafah,” kata Bima kepada Tempo melalui pesan pendek pada Rabu, 10 Februari 2016. “Bagi saya, Negara Kesatuan Republik Indonesia harga mati!”

    BACA: Warga Kota Bogor Somasi Bima Arya karena Intoleran

    Kepada tokoh-tokoh HTI itu, kata Bima, ia bercerita, sejak 2008, ia sudah berdebat dengan pentolan HTI soal kekhalifahan yang memimpin umat Islam. “Dalam pidato itu, saya ajak HTI berfokus pada persoalan nyata di lapangan,” ujarnya.

    Selain ia, menurut Bima, Komandan Komando Daerah Militer 0606 Letnan Kolonel (Inf) Mukhamad Albar juga hadir dalam acara itu. “Kami punya pikiran yang sama,” tuturnya.

    Ketua Yayasan Satu Keadilan Sugeng Teguh Santoso menyayangkan kehadiran Bima dalam acara tersebut. Menurut dia, sebagai pejabat, Bima tak patut hadir dalam acara organisasi yang menentang Pancasila. “Di latar belakang foto itu tak ada bendera Merah Putih,” katanya.

    BACA: Bima Arya Larang Pelantikan Pengurus Anti-Syiah Bogor

    Kehadiran Bima dalam acara itu, kata Sugeng, bisa dianggap melegitimasi HTI, dan ini melanggar sumpah jabatannya. Ketika dilantik menjadi Wali Kota dua tahun lalu, Bima disumpah di bawah Al-Quran akan menegakkan konstitusi dan menjunjung Pancasila. Sugeng adalah pengacara yang menggugat Bima karena mengeluarkan surat edaran pelarangan perayaan Asyura, peringatan kematian Hussain, cucu Nabi Muhammad, oleh umat Syiah tahun lalu.

    PERBARUAN, 14.01 WIB.

    BACA: Klarifikasi Lengkap Bima Arya: Langkah Saya Tak Umum

    M. SIDIK PERMANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.