Siaga Banjir, Desa di Tasikmalaya Ini Dipasangi CCTV  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan dari arah Tasikmalaya melewati Lingkar Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 21 Juli 2014. TEMPO/Prima Mulia

    Kendaraan dari arah Tasikmalaya melewati Lingkar Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 21 Juli 2014. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COTasikmalaya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, siaga 24 jam di Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik. Hal ini karena curah hujan akhir-akhir ini cukup tinggi. Selain itu, desa tersebut merupakan langganan banjir saat musim hujan.

    Desa berpenduduk 400 kepala keluarga ini terakhir dilanda bencana banjir pada Februari 2015. Saat itu ratusan rumah dan ratusan hektare tanaman padi terendam.

    Pihak BPBD sudah memasang dua unit kamera pengawas atau CCTV di desa ini. Tujuannya untuk mengetahui secara cepat bilamana air Sungai Cikidang yang melintasi Desa Tanjungsari meluap dan membanjiri rumah warga.

    "Supaya tahu saat banjir datang, dan warga bisa mengevakuasi diri dan harta bendanya," kata Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya Kundang Sodikin saat ditemui di Kampung Bojongsoban, Desa Tanjungsari, Rabu, 10 Februari 2016.

    Kamera pengawas dipasang di daerah terdampak banjir dan sumber banjir, yakni bantaran Sungai Cikidang. Selain kamera pengawas, kata Kundang, pihaknya memasang indikator jika air sudah meluap. "Air meluap, sirine akan berbunyi. Alat-alat ini terutama untuk menjaga keselamatan warga saat banjir terjadi malam hari," ujarnya.

    Kamera pengawas tersebut terkoneksi ke kantor BPBD. Petugas BPBD terus mengawasi kondisi di lapangan selama 24 jam. "Terpantau dari kantor," kata Kundang.

    Menurut dia, Desa Tanjungsari merupakan satu-satunya daerah rawan banjir di Tasikmalaya. BPBD sudah membuat surat kepada kantor kecamatan dan desa agar warga siaga, terlebih hujan terus-menerus mengguyur wilayah ini.

    Selain bencana banjir, mayoritas kecamatan di Tasikmalaya rawan bencana longsor. Pada tahun ini saja longsor dilaporkan terjadi di Kecamatan Cisayong, Sukahening, Manonjaya, Salawu, dan Sukaratu. "Kondisi Kabupaten Tasikmalaya rawan longsor," ujarnya.

    Warga setempat, Cucu, mengaku cukup terbantu dengan adanya kamera pengawas dan sirine yang dipasang BPBD. Setidaknya, dia dan keluarga bisa menyelamatkan barang berharga ke tempat aman saat banjir melanda.

    "Banjir kan suka datang tiba-tiba. Kalau terjadi malam hari yang agak repot. Kami tidak bisa mengamankan barang-barang," katanya.

    Warga lainnya, Lilis, berharap tidak terjadi banjir pada musim hujan tahun ini. Pada banjir yang terjadi tahun lalu, air langsung meninggi saat wilayah ini diguyur hujan seharian.

    "Sehari semalam hujan, di sini langsung banjir. Semoga tahun ini tidak banjir, sudah capek angkut-angkut barang," ujarnya.

    CANDRA NUGRAHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.