Minggu, 18 November 2018

Said Iqbal Terpilih Jadi Presiden FSPMI Lagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) melakukan long march saat menggelar unjuk rasa di Jakarta, 6 Februari 2016. Dalam aksinya mereka menuntut pencabutan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 dan menghentikan PHK massal. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) melakukan long march saat menggelar unjuk rasa di Jakarta, 6 Februari 2016. Dalam aksinya mereka menuntut pencabutan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 dan menghentikan PHK massal. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Surabaya -Kongres dan Musyawarah Nasional (Munas) V Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Surabaya, memilih kembali Said Iqbal sebagai presiden. Melalui mekanisme calon tunggal, ia terpilih memimpin lagi federasi yang membawahi 1.140 serikat pekerja di tingkat perusahaan se-Indonesia itu. Sekretaris Jenderal dijabat oleh Riden Hatam Aziz.

    “Terbentuk pula 31 orang pengurus pusat,” kata Said kepada Tempo saat penutupan acara di Empire Palace Surabaya, Rabu, 10 Februari 2016. Sebanyak 40 persen di antaranya adalah perempuan.

    Kongres dan Munas yang digelar sejak Senin, 8 Februari 2016, hingga Rabu, 10 Februari 2016 membahas pembentukan program umum dan pilar pergerakan buruh. Juga 10 strategi gerakan buruh dalam mengangkat 6 isu penting perburuhan Indonesia.

    FSPMI, kata Said, akan terus konsisten memperjuangan enam isu utama. Yaitu jaminan sosial berupa kesehatan dan pendidikan, upah layak, penghapusan sistem alih daya, keselamatan kerja, penguatan pengawasan regulasi perburuhan, serta peradilan hubungan industri. Keenam isu itu akan ditopang dengan strategi konsep-lobi-aksi. “Melalui rapat-rapat umum kami melakukan demonstrasi maupun mogok kerja sesuai aturan.”

    Munas menghasilkan beberapa rekomendasi bagi kepentingan publik, tak hanya kalangan buruh. Beberapa di antaranya ialah pendidikan gratis sampai jenjang perguruan tinggi dan wajib belajar 12 tahun. “Ini tentu harus didukung dengan alokasi 20 persen biaya pendidikan dari APBN.”

    Pada hari pertama, Kongres FSPMI membahas laporan pertanggungjawaban Dewan Pimpinan Pusat selama 5 tahun kepemimpinan. Selama 5 tahun terakhir, perkembangan organisasi dinilai mencapai hasil yang baik. Perjuangan menaikkan upah dirasakan signifikan oleh anggota. “Terutama pada 4 tahun terakhir sejak 2012, antara 17-25 persen setiap tahun," ujar Sekretaris FSPMI Dewan Pimpinan Wilayah Jawa Timur, Jazuli.

    Selain itu, target pertumbuhan jumlah anggota baru sebesar 100 ribu, terlampaui menjadi sebesar 125 ribu. Pembentukan cabang dan wilayah baru yang semula hanya 7 provinsi, bertambah menjadi 15 provinsi. Mulai Aceh, Gorontalo, Makassar,Kalimantan Timur, hingga Maluku. Memasuki tahun 2016, ia mengklaim FSPMI memiliki 272 ribu anggota dari 14 provinsi dan 200 cabang kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.