Hujan dan Angin Kencang di Padang, 10 Anak TK Tertimpa Pohon  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintas di samping kendaraan roda dua dan rumah yang rusak akibat banjir bandang yang menghantam Jorong Kampuang Padang Paraman Dareh, Nagari Air Manggis, Lubuak Sikapiang, Pasaman, Sumatera Barat, 16 Desember 2015. Asal banjir bandang diduga dari bukit Bulat, yang lokasinya sekitar dua kilomer dari kampung ini. ANTARA/Muhammad arif Pribadi

    Warga melintas di samping kendaraan roda dua dan rumah yang rusak akibat banjir bandang yang menghantam Jorong Kampuang Padang Paraman Dareh, Nagari Air Manggis, Lubuak Sikapiang, Pasaman, Sumatera Barat, 16 Desember 2015. Asal banjir bandang diduga dari bukit Bulat, yang lokasinya sekitar dua kilomer dari kampung ini. ANTARA/Muhammad arif Pribadi

    TEMPO.CO, Padang - Angin kencang dan hujan yang terjadi di pesisir Sumaera Barat pada Rabu pagi, 10 Februari 2016, sejak pukul 09.00 WIB, tadi memakan korban. Sebuah bangunan yang digunakan untuk sekolah pendidikan anak usia dini-taman kanak-kanak (PAUD-TK) di Nagari Taluak Kasai, Kabupaten Pesisir Selatan, roboh tertimpa pohon tumbang. Sedikitnya sepuluh murid PAUD dan TK yang ada di dalamnya cedera.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pesisir Selatan Pri Nurdin yang dihubungi seusai insiden memilukan itu, mengatakan saat angin kencang dan hujan terjadi, sejumlah murid sedang belajar dalam ruangan. Mendadak, sebuah pohon di dekat sekolah tumbang menimpa bangunan TK/PAUD RA Jabal Nur, Kenagarian Taluak Kasai, Batang Kapas, tersebut.

    "Tiga orang murid terluka parah, seorang di antaranya tidak sadarkan diri, yang lainnya ada yang patah tangan, dan dilarikan ke RSUP Dr M Djamil Padang karena peralatan di rumah sakit di Painan, Pesisir Selatan, tidak mencukupi,” kata Pri Nurdin, Rabu, 10 Februari 2016. Tujuh murid PAUD dan TK yang jadi korban dirawat di Puskesmas Batang Kapas. Korban yang terluka parah adalah Aisyah, Rajamario Edipiko, dan Pirzi.

    Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Padang Budi Iman Samiaji mengatakan Sumatera Barat terutama bagian pesisir masih berpotensi mengalami hujan dan angin kencang.

    “Angin kencang pagi tadi terjadi sekitar pukul 09.00 WIB dengan kecepatan maksimum 25 knot. Warga memang harus berhati-hati terutama ketika ada di bawah pohon, baliho, serta mengendarai motor,” kata Budi.

    FEBRIANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.