Suap PTUN Medan, Gatot dan Evy Habis Rp 4 M Bayar OC Kaligis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Sumatera non aktif, Gatot Pujo Nugroho (kanan) bersama Isterinya Evy Susanti usai mendengarkan pembacaan pembacaan dakwaan atas dirinya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 23 Desember 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Gubernur Sumatera non aktif, Gatot Pujo Nugroho (kanan) bersama Isterinya Evy Susanti usai mendengarkan pembacaan pembacaan dakwaan atas dirinya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 23 Desember 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa suap tiga hakim dan Panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Medan, Evy Susanti, mengaku menghabiskan Rp 4 miliar untuk membayar pengacara OC Kaligis untuk menyelesaikan kasus yang menjerat suaminya, Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho.

    "Untuk mengurus gugatan di PTUN Medan saja, habis sekitar Rp 2 miliar," kata Evy saat bersaksi sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Rabu, 10 Februari 2016.

    Gatot dan Evy mengirimkan uang kepada Kaligis beberapa kali. Salah satunya, Kaligis pernah berturut-turut menerima US$ 25 ribu, Sin$ 55 ribu, dan Rp 100 juta. Kaligis juga meminta uang sebesar US$ 30 ribu untuk menyuap tiga hakim dan seorang panitera, serta Rp 50 juta untuk biaya perjalanan Kaligis ke Medan.

    Ketiga hakim itu adalah Tripeni Irianto Putro yang menerima Sin$ 5 ribu dan US$ 15 ribu serta Dermawan Ginting dan Amir Fauzi yang masing-masing menerima US$ 5 ribu. Sementara itu panitera PTUN Medan Syamsir Yusfan diberi uang sebesar US$ 2.500.

    Uang diberikan untuk mempengaruhi keputusan hakim atas permohonan pengujian kewenangan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Saat itu, Kejaksaan memanggil anak buah Gatot, Kepala Biro Keuangan Ahmad Fuad Lubis dan PLH Keuangan Sabrina, atas dugaan korupsi dana bantuan sosial, Bantuan Daerah Bawahan (BDW), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan penahanan pencairan Dana Bagi Hasil (DBH).

    Atas pemanggilan tersebut, Kaligis sebagai kuasa hukum Fuad dan Sabrina mengajukan gugatan ke PTUN Medan. Mereka menang berkat uang suap tersebut. Kaligis dibayar Rp 600 juta per tahun sebagai pengacara pribadi Gatot Pujo Nugroho. Kaligis dikontrak selama lima tahun sejak 2013. Menurut Evy, Kaligis memberikan keringanan dengan memberikan 40 jam konsultasi gratis. "Biasanya klien Pak Kaligis hanya dapat 20 jam," kata Evy. Keringanan tersebut didapatkan karena Evy dan Kaligis sudah saling mengenal selama 15 tahun.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.