Bangkalan Larang Siswa Rayakan Valentine's Day  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Remaja muslim membawa spanduk saat melakukan aksi simpatik menolak valentine  di hari bebas kendaraan bermotor (HBKB), Bundaran HI, Jakarta, 8 Februari 2015. Dalam aksinya mereka mengajak para remaja muslim untuk tidak merayakan valentine (kasih sayang)  yang merupakan bagian dari budaya barat. TEMPO/Dasril Roszandi

    Remaja muslim membawa spanduk saat melakukan aksi simpatik menolak valentine di hari bebas kendaraan bermotor (HBKB), Bundaran HI, Jakarta, 8 Februari 2015. Dalam aksinya mereka mengajak para remaja muslim untuk tidak merayakan valentine (kasih sayang) yang merupakan bagian dari budaya barat. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.COBangkalan – Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, mengeluarkan surat edaran berisi larangan bagi siswa yang merayakan hari kasih sayang alias Valentine’s Day pada 14 Februari 2016. Tidak hanya buat sekolah menengah atas ataupun sekolah menengah pertama, edaran itu juga disampaikan ke tingkat sekolah dasar. 

    "Kami melarang sekolah membuat acara yang berkaitan dengan Valentine, baik kegiatan ekstra ataupun intrakurikuler," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Bangkalan Bambang Budi Mustika, Rabu, 10 Februari 2016.

    Menurut Bambang, surat edaran itu dibuat sebagai tindak lanjut atas surat edaran yang sama yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur pada 22 Januari 2016. "Surat edaran ini sengaja kami buat menjelang Valentine agar pihak sekolah tidak lupa," ujarnya.

    Bambang menuturkan, dari tinjauan agama Islam, Valentine’s Day tidak patut dirayakan. Sebab, kata Bambang, Islam tidak mengajarkan berkasih sayang pada hari tertentu saja, melainkan setiap hari. "Kasih sayang siswa itu sebaiknya dengan orang tua, guru, dan orang lain yang berjasa dalam hidupnya," ucapnya. (Baca juga: Kementerian Pendidikan Bantah Melarang Hari Valentine)

    Bila ada sekolah yang melanggar surat edaran, Bambang mengancam akan menjatuhkan sanksi tegas bagi guru pemberi izin, dari teguran, penundaan kenaikan pangkat, hingga penurun jabatan. "Kalau siswa merayakan di luar sekolah dan atas nama pribadi, kita tidak bisa ikut campur, itu ranah pengawasan orang tua."

    Kepala Sekolah Menengah Kejuruan 2 Bangkalan Dwi Lelono mengaku belum menerima surat edaran tersebut. Namun dia berpendapat tidak ada gunanya bagi sekolah merayakan Valentine’s Day karena tidak berkorelasi dengan dunia pendidikan. "Saya belum terima surat edarannya," tuturnya.

    Edi Faisol, salah satu wali murid, menilai yang lebih penting dari sekadar larangan adalah peran sekolah memberikan pemahaman kepada siswa bahwa Valentine’s Day adalah budaya Barat yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam. "Harus diberi pemahaman. Karena tidak hanya di kota, siswa di desa juga merayakan Valentine," katanya. (Baca juga: Rayakan Valentine, Anak Muda Yogya Gelar Festival Jomblo)

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.