Hujan Deras di Surabaya, Waspada Pohon Tumbang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hujan. Nationalpost.com

    Ilustrasi hujan. Nationalpost.com

    TEMPO.CO, Surabaya - Kota Surabaya sepanjang hari ini diguyur hujan. "Hujan dimulai pada pagi," ucap prakirawan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Juanda, Ari, kepada Tempo, Rabu, 10 Februari 2016.

    Ari mengatakan intensitas hujan di Kota Surabaya antara 0 dan 20 milimeter dengan suhu 24-33 derajat Celcius. "Kelembapan udaranya 66-96 persen," ujar Ari.

    Sedangkan kecepatan anginnya mencapai 35 kilometer per jam dengan arah angin menuju barat laut. "Pengendara diharap berhati-hati terhadap kecepatan angin dan hujan di Surabaya," tuturnya. Adapun Provinsi Jawa Timur mengalami puncak musim hujan mulai akhir Januari hingga akhir Februari 2016. "Tanggal-tanggal ini puncak curah hujan di Jawa Timur," kata Taufik.

    Taufik menjelaskan, intensitas hujan di Jawa Timur ketika di puncaknya bisa mencapai 50 milimeter setiap hari. "Dan ini merata hampir di setiap daerah di Jawa Timur."

    Beberapa daerah di Jawa Timur, seperti Kabupaten Ngawi, Nganjuk, Tuban, Malang, Sidoarjo, Jombang, Bangkalan, Lumajang, dan Kota Batu, merupakan daerah-daerah yang perlu diwaspadai terjadi banjir karena intensitas hujan yang sangat tinggi.

    Selain itu, Kabupaten Bojonegoro, Kota Surabaya, dan Kabupaten Gresik akan menjadi daerah rawan banjir. "Masyarakat diminta waspada terhadap bencana banjir dan tanah longsor," ucapnya.

    Taufik juga meminta warga waspada terhadap banyaknya petir akibat intensitas hujan yang tinggi. Selain itu, kecepatan angin akan bertambah, sehingga dikhawatirkan menyebabkan banyak pohon tumbang. "Tapi, kalau untuk dunia penerbangan, curah hujan yang tinggi ini belum mengganggu," ujarnya.

    EDWIN FAJERIAL



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.