Polri Bangun Klinik "Apung" Pertama di Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi klinik. klinikvancouver.com

    Ilustrasi klinik. klinikvancouver.com

    TEMPO.COBanjarmasin - Rumah Sakit Bhayangkara, melalui Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan, membangun satu unit klinik berkonsep “apung” di markas Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Kalimantan Selatan. Konsep klinik apung ini berdiri di tepi Sungai Martapura, yang membelah Kota Banjarmasin. 

    Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Mabes Polri Komisaris Jenderal Putut Eko Bayuseno mengklaim konsep klinik kesehatan ini merupakan yang pertama berdiri di Indonesia. “Ini terobosan baru, bisa dipakai sebagai percontohan. Saya akan jadikan program kebijakan di setiap polda,” katanya setelah meresmikan klinik apung di Markas Ditpolair Polda, Rabu, 10 Februari 2016. 

    Menurut dia, klinik apung cocok berdiri di Kota Banjarmasin karena ditopang banyak aliran sungai yang membelah kota. Putut mendorong jajaran kepolisian daerah se-Indonesia membangun klinik serupa, asalkan memiliki spesifikasi daerah aliran sungai. 

    Klinik ini dilengkapi 3 kamar rawat inap, ambulans air, tenaga perawat, dan 2 dokter. Rumah Sakit Bhayangkara juga menggandeng BPJS Kesehatan dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. “Kami utamakan layanan kesehatan bagi masyarakat sekitar. Ada dua dokter, satu dokter umum dan satu dokter gigi,” ujarnya.

    Kepala Polda Kalimantan Selatan Brigadir Jenderal Agung Budi Maryoto menyatakan pembangunan klinik ini atas inisiatif Rumah Sakit Bhayangkara. Polda sebatas memberikan akses lahan pembangunan klinik di area kantor Ditpolair. Ihwal total anggaran yang dibutuhkan, Agung mengaku tidak tahu. “Soal anggaran, yang lebih tahu Rumah Sakit Bhayangkara, Ditpolair menyiapkan tempatnya saja,” ucapnya.

    Berdasarkan pantauan Tempo di lokasi, klinik yang diklaim apung ini sejatinya tidak mengadopsi model konstruksi rumah lanting (rumah rakit tradisional suku Banjar). Masyarakat Banjar kerap menyebut rumah lanting sebagai rumah apung karena fondasi rakit yang terdiri atas lonjoran kayu ulin, meranti, atau bangkirai. 

    Fondasi berbahan kayu asli Kalimantan itu dirakit sedemikian rupa sehingga bisa mengapung di atas perairan. Rumah apung akan bergoyang bila diterpa riak gelombang sungai. Rumah lanting merupakan bentuk penyikapan suku Banjar terhadap kondisi lingkungannya. 

    Adapun konsep klinik apung milik Polri berfondasi vertikal rigid. Bangunan klinik ditopang ratusan kayu ulin semacam rumah panggung. Walhasil, klinik apung milik Rumah Sakit Bhayangkara Polda itu tidak terombang-ambing jika terkena gelombang.

    DIANANTA P. SUMEDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.