Majalah Tempo Raih Penghargaan Emas IPMA

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Redaktur Eksekutif Tempo, Hermien Y. Kleden, terima dua Gold Winner, IPMA Award 2015 untuk majalah Tempo, kategori The Best of News, Politics & Business Local Magazine, di Hotel Haris, Batam, 7 Februari 2015. Foto Tempo/Toriq Hadad

    Redaktur Eksekutif Tempo, Hermien Y. Kleden, terima dua Gold Winner, IPMA Award 2015 untuk majalah Tempo, kategori The Best of News, Politics & Business Local Magazine, di Hotel Haris, Batam, 7 Februari 2015. Foto Tempo/Toriq Hadad

    TEMPO.CO, Mataram - Majalah Tempo meraih dua penghargaan emas dalam Indonesian Print Media Award (IPMA) 2016. Kusala yang diberikan Serikat Perusahaan Pers ini merupakan ajang tahunan yang diberikan bagi sampul muka perusahaan media.

    Dua piala emas IPMA itu diberikan kepada dua sampul majalah Tempo yang diikutsertakan dalam kategori majalah berita pada ajang ini. Pemimpin Redaksi majalah Tempo Arif Zulkifli menerima langsung penghargaan itu dari Ketua Dewan Pers Bagir Manan di Hotel Golden Palace Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa, 9 Februari 2016. "Penghargaan ini merupakan pengakuan atas kerja keras Tempo selama ini," kata Arief.

    Selain sampul majalah Tempo, sampul muka Koran Tempo berhasil menyabet penghargaan perunggu untuk kategori koran nasional. Majalah anak Aha! Aku Tahu dan Travelounge terbitan Tempo Media Group juga berhasil meraih perunggu dan perak pada kategori masing-masing.

    IPMA merupakan ajang apresiasi sampul muka besutan Serikat Perusahaan Pers (SPS). Organisasi ini beranggotakan 471 perusahaan pers penerbit media cetak dan online yang berdiri sejak 8 Juni 1946.

    Tahun ini, terdapat 503 karya yang masuk dalam penjurian. Jumlah ini menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 612 karya. Menurut Ketua Eksekutif SPS Asmono Wikan, media cetak dituntut lebih kreatif dalam menciptakan sampul muka. "Ini seiring dengan berkembangnya media online," ujarnya.

    Sedangkan Ketua SPS Dahlan Iskan menuturkan koran atau media cetak belum tentu bakal tutup. "Kalau ada koran yang tutup, kemungkinan itu karena salah urus manajemen," ucapnya. Dahlan percaya, manajemen yang baik bakal membikin media cetak tak kalah bersaing.

    SUBKHAN J. HAKIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.