Banjir di Aceh Utara, Ribuan Orang Mengungsi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga mengangkut barang berharga keluar dari desanya yang terkepung banjir di Desa Seuneubok Muku, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Aceh, 8 Februari 2016. Banjir ini disebabkan meluapnya sungai Tanah Jambo Aye akibat tingginya curah hujan yang tinggi. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

    Sejumlah warga mengangkut barang berharga keluar dari desanya yang terkepung banjir di Desa Seuneubok Muku, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Aceh, 8 Februari 2016. Banjir ini disebabkan meluapnya sungai Tanah Jambo Aye akibat tingginya curah hujan yang tinggi. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

    TEMPO.CO, Lhokseumawe - Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, mengakibatkan sedikitnya 2.910 kepala keluarga dengan 7.597 jiwa mengungsi. Mereka tersebar di 24 desa di lima kecamatan.

    "Mereka mengungsi ke meunasah setempat dan tempat yang lebih tinggi di kawasan desa,” kata Munawar, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Aceh Utara, Rabu, 10 Februari 2016.

    Menurut Munawar, BPBD beserta semua komponen telah melakukan upaya penyelamatan dengan mengevakuasi korban, menyalurkan bantuan masa panik, serta membangun dapur umum.

    Banjir yang disebabkan oleh curah hujan tinggi di hulu dan hilir selama sepekan menimbulkan debit air dalam sungai bertambah. Sungai Kreung Peuto, Kreung Pirak, dan Kreung Arakundo pun meluap, sehingga Kecamatan Langkahan, Tanah Luas, Lhoksukon, Matang Kuli, dan Pirak Timu terendam air.

    “Walaupun di beberapa tempat air mulai surut, kita tetap siaga di daerah yang sangat rentan,” ujar Munawar.

    Banjir di beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Utara terjadi secara rutin setiap tahun. Kecamatan yang paling rentan adalah Kecamatan Pirak Timu, Matang Kuli, Lhoksukon, dan Langkahan.

    IMRAN M.A.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.