Hujan Deras, Dam Gunung Kelud Jebol Diterjang Lahar Dingin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aliran deras sisa lahar dingin yang membawa material vulkanik erupsi Gununng Kelud usai turunnya hujan deras di  Sungai Konto di desa Damarwulan, Kecamatan Kepung, Kediri (19/2).  TEMPO/Fully Syafi

    Aliran deras sisa lahar dingin yang membawa material vulkanik erupsi Gununng Kelud usai turunnya hujan deras di Sungai Konto di desa Damarwulan, Kecamatan Kepung, Kediri (19/2). TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Blitar – Hujan deras yang mengguyur puncak Gunung Kelud di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, menyebabkan  lahar dingin meluap. Sebuah sabo dam yang digunakan menahan pasir dan air dari puncak gunung ambrol diterjang aliran lahar, Senin malam, 8 Februari 2016.

    Sabo dam yang dibangun Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengendalikan laju pasir dan dabit air di Kali Semut, Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar itu pun porak poranda.

    Sabo dam bergaris tengah tiga meter dan terbuat dari batu ini tak mampu menahan derasnya lahar dingin yang meluncur dari puncak Gunung Kelud. “Beruntung tidak ada korban jiwa,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar Heru Irawan kepada Tempo, Selasa, 9 Februari 2016.

    Menurut Heru, secara teknis sabo dam tersebut merupakan proyek Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang mengelola aliran lahar Gunung Kelud. Karena itu, kerusakan itu segera dilaporkan ke pemerintah provinsi. Heru menduga hancurnya penahan lahar akibat usianya sudah tua.

    Heru menambahkan  sabo dam yang ambrol itu bukan merupakan akses transportasi. Meski setiap hari banyak warga memanfaatkannya sebagai jalur ke Desa Ngaringan dan Desa Suru, namun peruntukannya murni untuk penahan lahar dan material vulkanik. “Karena sabo dam cukup lebar, banyak warga yang memanfaatkannya untuk akses jalan,” kata Heru.

    Dengan ambrolnya sabo dam ini, akses jalan pintas warga di dua desa itu putus total. Heru berharap pemerintah provinsi segera memperbaikinya untuk menghindari laju lahar dingin yang diperkirakan terus membesar seiring musim hujan.

    Pemerintah Kabupaten Blitar juga memastikan tidak ada permukiman penduduk di sekitar sabo dam  karena letaknya  terpencil di dalam hutan. Namun seluruh pencari rumput, batu, dan pasir diminta berhati-hati saat musim hujan agar tak masuk ke dalam Kali Semut.

    Kepala Pos Pemantauan Gunung Kelud di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri Khoirul Huda meminta masyarakat mematuhi arahan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Kecamatan di sekitar sungai lahar.

    Curah hujan yang tinggi dikhawatirkan memicu ketidakstabilan konstruksi batuan di puncak Kelud hingga terbawa arus ke sungai lahar. “Makanya kita selalu beritahukan melalui radio dan handy talky jika puncak Kelud dilanda hujan deras,” katanya.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.