Banjir, Listrik 5 Kabupaten di Sumatera Barat Dipadamkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintas di samping kendaraan roda dua dan rumah yang rusak akibat banjir bandang yang menghantam Jorong Kampuang Padang Paraman Dareh, Nagari Air Manggis, Lubuak Sikapiang, Pasaman, Sumatera Barat, 16 Desember 2015. Asal banjir bandang diduga dari bukit Bulat, yang lokasinya sekitar dua kilomer dari kampung ini. ANTARA/Muhammad arif Pribadi

    Warga melintas di samping kendaraan roda dua dan rumah yang rusak akibat banjir bandang yang menghantam Jorong Kampuang Padang Paraman Dareh, Nagari Air Manggis, Lubuak Sikapiang, Pasaman, Sumatera Barat, 16 Desember 2015. Asal banjir bandang diduga dari bukit Bulat, yang lokasinya sekitar dua kilomer dari kampung ini. ANTARA/Muhammad arif Pribadi

    TEMPO.CO, Padang - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) masih memutus aliran listrik di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat, setelah dilanda banjir dan longsor. Kelima kabupaten itu meliputi Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Limapuluh Kota.

    "Banjir kemarin mengakibatkan gangguan kelistrikan. Kami juga sengaja melakukan pemadaman untuk keselamatan korban," ujar Manajer SDM dan Umum PT PLN Wilayah Sumatera Barat, Lala Arief Fadila, Selasa 9 Februari 2016.

    Baca juga: Kerugian Banjir di Solok Selatan Mencapai Rp 250 Miliar

    Lala menjelaskan, sebenarnya banjir mulai surut pada Senin malam lalu. Petugas juga telah melakukan penormalan di beberapa titik. Namun, hingga kini masih ada sejumlah titik yang masih mengalami gangguan.

    Misalnya di Rayon Muaro Labuh Kabupaten Solok Selatan. Ada sekitat 5.710 pelanggan yang  masih mengalami pemadaman. Rinciannya, 5.000 pelanggan di Lubuk Malako, 200 pelanggan di Simacuang, 300 pelanggan di Garduk Polsek, 80 pelanggan di Ampalu, 85 pelanggan di Koto Baru dan 45 pelanggan di Taratak Paneh. "PLTM Pinang Awan stop total beroperasi," ujar Lala.

    Di Kabupaten Dharmasraya juga masih ada pemadaman listrik, tepatnya di Situang Lama, dengan 10 pelanggan, di Pasa Lamo 30 pelanggan dan di Lubuak Bolang 30 pelanggan. Kata Lala, petugas belum mengakses lokasi. Sebab, debit air masih tinggi. "Di Rayon Kayu Aro (Kabupaten Solok)  juga ada 1.500 pelanggan," ujarnya.

    Baca juga: Tegal Banjir, Siswa SMP Ini Batal Ujian

    Di Kabupaten Sijunjung, menurut Lala, trafo masih padam sejak Senin kemarin karena lokasinya masih sulit diakses akibat tingginya debit air. Walhasil pemadaman listrik sedikitnya berdampak terhadap 500 pelanggan.

    Adapun di Kabupaten Limapuluh Kota, sebanyak delapan trafo khususnya di kawasan Kelok Sembilan, Koto Alam sudah kembali normal. Dengan melakukan manuver penyulang dari feeder Harau. "Hari ini akan dilakukan penyisiran untuk daerah Pangkalan untuk inventaris aset yang rusak serta melakukan penormalan bagi yang memungkinkan," ujar Lala.

    Deputi Manajer Humas PT PLN Wilayah Sumatera Barat, Ridwan, mengatakan, perusahaan bakal berupaya maksimal untuk menormalkan jaringan listrik di Sumatera Barat setelah dilanda banjir dan longsor. "Petugas sedang berusaha mengatasi sampai tuntas.”

    Baca juga: Banjir di Bangkalan, 300 Rumah Terendam

    Kepala Kepolisian Sektor Pangkalan Inspektur Dua Kalbert Jonaidi, menyebutkan, banjir yang melanda Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, sudah mulai surut sejak kemarin. Saat ini warga yang sempat mengungsi telah kembali ke rumahnya masing-masing. "Mereka membersihkan rumahnya secara gotong royong," ucapnya. Namun masyarakat terkendala dengan ketersedian air dan listrik yang masih padam.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.