Luapan Bengawan Solo Rendam 21 Desa di Bojonegoro  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menerobos banjir luapan anak sungai Bengawan Solo yang melanda kabupaten Gresik, Jawa Timur, 7 Februari 2015. TEMPO/Artika Rachmi Farmita

    Warga menerobos banjir luapan anak sungai Bengawan Solo yang melanda kabupaten Gresik, Jawa Timur, 7 Februari 2015. TEMPO/Artika Rachmi Farmita

    TEMPO.CO, Bojonegoro - Sebanyak 21 desa di delapan kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terendam banjir, Selasa, 9 Februari 2016. Banjir terjadi akibat hujan deras dari hulu yang mengakibatkan Sungai Bengawan Solo meluap.

    Budiono, warga Ledok Kulon, Kecamatan Kota Bojonegoro, menjelaskan, air datang pada Senin malam, 8 Februari, dan meningkat pada Selasa dinihari, 9 Februari. Kemudian, air Bengawan Solo meluap di jalan kampung dan rumah-rumah penduduk. “Rumah saya tidak kebanjiran, tapi halaman rumah setinggi paha,” kata Budiono kepada Tempo, Selasa, 9 Februari 2016.

    Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, ketinggian banjir 40 hingga 60 sentimeter merendam sedikitnya 215 rumah dan jalan perkampungan. Tidak ada korban jiwa, tapi ada satu ekor sapi di Desa Tambakromo, Kecamatan Malo, terseret arus.

    Potensi banjir meningkat tergantung cuaca di daerah hulu sungai, terutama dari Solo, Karang Anyar Sragen, Ngawi, dan Madiun. Data di papan duga Taman Bengawan Solo di utara Pasar Bojonegoro menyebutkan ketinggian air 14,56 di bawah permukaan laut pada pukul 12.00 waktu setempat atau kategori siaga dua, Selasa siang, 9 Februari 2016. (Baca juga: 10 Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat Dilanda Banjir)

    Delapan kecamatan, yang beberapa desanya terendam banjir, di antaranya Kecamatan Baureno dengan lima desa, seperti Desa Karangdayu, Desa Kalisari, Desa Tanggungan, Desa Kedungrejo dan Desa Lebaksari. Lalu Desa Sarirejo, Desa Karangdowo, Desa Lengkong, Desa Pilanggede dan Desa Sekaran di Kecamatan Balen. Selain itu Desa Bogo di Kecamatan Kapas.

    Kemudian Kelurahan Jetak, Ledok Kulon dan Ledok Wetan di Kecamatan Kota Bojonegoro. Banjir di Kecamatan Gayam berada di Desa Manukan dan Desa Cengungklung. Di Kecamatan Malo berada di Desa Tambakromo, Desa Sumberejo, Desa Kacangan, dan Desa Rendeng. Kecamatan Padangan di Desa Dengok dan Desa Nguken, serta di Kecamatan Kasiman berada di Desa Tambak Merak.

    Banjir di Kecamatan Malo juga membuat warga ketar-ketir. Sebab, banjir tidak hanya dari luapan Bengawan Solo, tapi juga dari anak Sungai Bengawan Solo. Dampaknya, banjir bandang datang disertai lumpur. Akibat itu pula, seekor sapi di Dusun Tambakromo, Desa Tambakromo, hanyut terseret banjir.

    Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bojonegoro Sukirno mengatakan pihaknya sudah siaga di lima lokasi. Misalnya, kantor penampungan di Kecamatan Trucuk sudah menyiapkan lokasi penampungan untuk 1.500 orang, lengkap dengan dapur umum, obat-obatan, dan ambulans berikut tenaga medis. ”Sudah kami siapkan,” ujarnya kepada Tempo.

    Dia menambahkan, tim BPBD juga telah menyusur beberapa titik rawan banjir. Padahal cuaca mendung sejak Selasa pagi hingga siang ini, yang berpotensi hujan. Makanya, telah dibagi sejumlah tim untuk bantuan darurat serta disiapkan perahu karet jika sewaktu-waktu diperlukan.  (Baca berita banjir lainnya: Banjir Surut, Akses Jalan Padang-Pekanbaru Dibuka)



    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.