Dikirim Bekerja ke Medan, Dua TKW Asal NTT Hilang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi memperlihatkan identitas TKW di bawah umur yang direkrut PT BMS, Selasa (30/11)

    Polisi memperlihatkan identitas TKW di bawah umur yang direkrut PT BMS, Selasa (30/11)

    TEMPO.COKupang - Dua tenaga kerja wanita (TKW) asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dinyatakan hilang setelah dikirim bekerja ke Medan, Sumatera Utara. Diduga keduanya telah dikirim perekrut ke luar negeri.

    Dua pekerja wanita itu adalah Yoka Yorika Benu dan Selvina Kikau asal Desa Abi, Kecamatan Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Keduanya direkrut PT Karya Darma sebagai perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) yang beralamat di Kota Kupang.

    Amida Benu, keluarga Yoka Yorika Benu, mengatakan kedua saudaranya itu diiming-iming gaji sebesar Rp 2 juta per bulan jika ingin bekerja di Medan. "Sampai sekarang kami tidak mengetahui keberadaan kedua saudara kami itu," katanya kepada wartawan di Kupang, Selasa, 9 Februari 2016.

    Awalnya, menurut dia, Yuliana Benu, salah satu perekrut, mendatangi kediaman Yoka dan Yuliana untuk menawarkan pekerjaan di Medan. Atas kesepakatan bersama, keluarga akhirnya mengizinkan Yoka dan Yuliana pergi bekerja ke Medan.

    Keduanya dijemput perekrut lain, yakni Katarina Paderi, pada 30 Januari 2016, lalu dibawa ke Kupang. Selanjutnya, mereka ditampung di PT Karya Dharma Raharja dan diberangkatkan pada 31 Januari 2016. "Setahu kami, mereka diberangkatkan ke Medan sesuai kesepakatan," tuturnya.

    Namun, hampir sebulan berselang, tak ada kabar dari kedua saudara mereka, sehingga keluarga panik. "Kami tidak bisa menghubungi keduanya," katanya.

    Keluarga pun memutuskan melaporkan kasus ini ke Polda NTT. Aparat kepolisian kemudian mendatangi kantor PJTKI PT Karya Dharma Raharja untuk mengecek laporan tersebut.

    Amida menilai perusahaan tersebut telah membohongi keluarganya dan berupaya melakukan penipuan. Sebab, keduanya dikirim melalui perusahaan tersebut. "Kami merasa dibohongi," ucapnya.

    Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata pihak PT Karya Darma tidak mengetahui keberangkatan kedua anak tersebut. Novi, petugas PT Karya Darma, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan dan tidak nama kedua TKW yang diberangkatkan ke Medan. "Ketika dicek di buku registrasi, tidak ditemukan nama kedua anak itu," ucapnya. 

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.