BMKG: Sumatera Barat Masih Berpotensi Hujan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga korban banjir bandang mengungsi di Jorong Kampuang Padang Paraman Dareh, Nagari Air Manggis, Lubuak Sikapiang, Pasaman, Sumatera Barat, 16 Desember 2015. Menurut data dari TNI sebanyak 27 unit rumah rusak, tiga diantaranya rusak berat, puluhan hektar sawah rusak, serta sejumlah ternak terseret arus banjir bandang yang terjadi pada Selasa (15/12) sore. ANTARA/Muhammad arif Pribadi

    Warga korban banjir bandang mengungsi di Jorong Kampuang Padang Paraman Dareh, Nagari Air Manggis, Lubuak Sikapiang, Pasaman, Sumatera Barat, 16 Desember 2015. Menurut data dari TNI sebanyak 27 unit rumah rusak, tiga diantaranya rusak berat, puluhan hektar sawah rusak, serta sejumlah ternak terseret arus banjir bandang yang terjadi pada Selasa (15/12) sore. ANTARA/Muhammad arif Pribadi

    TEMPO.COPadang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Sumatera Barat masih mengalami hujan, Selasa, 9 Februari 2016. Menurut pantauan BMKG, suhu di Sumatera Barat mencapai 22-30 derajat Celcius dengan kelembapan 76-99 persen.

    "Hujan masih berpotensi terjadi di Sumatera Barat. Intensitasnya sudah mulai menurun," ujar Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Budi Iman Samiaji kepada Tempo, Selasa, 9 Februari 2016.

    Sejumlah daerah di Sumatera Barat diperkirakan berawan hingga hujan, terutama pada malam hari berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang. Budi berujar, semua kabupaten dan kota berpotensi hujan, terutama di wilayah timur, seperti Solok, Solok Selatan, Sawahlunto, Pesisir Selatan, Payakumbuh, Tanah Datar, Pasaman, dan Kabupaten Limapuluh Kota. Namun, kata Budi, durasinya tidak panjang lagi. Intensitasnya ringan hingga sedang.

    Sebelumnya, tingginya curah hujan di Sumatera Barat menyebabkan terjadinya banjir dan longsor di 10 kabupaten dan kota. Yang terparah terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Solok Selatan. (Baca juga: Longsor di Pasaman, Jalur Utama Sumut-Sumbar Putus)

    Aktivitas desakan udara dingin Asia juga mendukung terjadinya hujan di Sumatera Barat. Kemudian, adanya fase basah Madden Julian Oscilation (MJO), yang kini berada di wilayah Indonesia bagian barat, dan adanya fase negatif Indian Ocean Dipole (IOD) yang turun mempengaruhi peningkatan aktivitas pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat. Sehingga, terjadi hujan lebat di Sumatera Barat dan sejumlah provinsi lainnya di Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Jawa bagian timur.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.