10 Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat Dilanda Banjir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga korban banjir bandang mengungsi di Jorong Kampuang Padang Paraman Dareh, Nagari Air Manggis, Lubuak Sikapiang, Pasaman, Sumatera Barat, 16 Desember 2015. Menurut data dari TNI sebanyak 27 unit rumah rusak, tiga diantaranya rusak berat, puluhan hektar sawah rusak, serta sejumlah ternak terseret arus banjir bandang yang terjadi pada Selasa (15/12) sore. ANTARA/Muhammad arif Pribadi

    Warga korban banjir bandang mengungsi di Jorong Kampuang Padang Paraman Dareh, Nagari Air Manggis, Lubuak Sikapiang, Pasaman, Sumatera Barat, 16 Desember 2015. Menurut data dari TNI sebanyak 27 unit rumah rusak, tiga diantaranya rusak berat, puluhan hektar sawah rusak, serta sejumlah ternak terseret arus banjir bandang yang terjadi pada Selasa (15/12) sore. ANTARA/Muhammad arif Pribadi

    TEMPO.COPadang - Tingginya curah hujan di Sumatera Barat menyebabkan terjadinya banjir dan longsor di sepuluh kabupaten dan kota. Yang terparah terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Solok Selatan. “Ada sepuluh kabupaten dan kota yang terkena banjir dan longsor,” ujar pelaksana tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat Zulfiatno, Senin malam, 8 Februari 2016.

    Ke-10 daerah tersebut adalah Kabupaten Limapuluh Kota, Solok Selatan, Sijunjung, Solok, Tanah Datar, Pasaman, dan Dharmasaraya. Kemudian banjir dan longsor juga melanda Kota Sawahlunto, Payakumbuh, dan Solok.

    Menurut Zulfiatno, daerah yang terparah dilanda banjir terjadi di Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Limapuluh Kota. Di kawasan tersebut diketahui enam orang tertimbun longsor di Jorong Taratak Tinggi, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan. Lima di antaranya ditemukan tewas. Tinggal seorang korban lagi yang masih dalam proses pencarian. ”Proses pencarian akan dilanjutkan Selasa ini,” katanya.

    Banjir juga merendam tiga kecamatan di Solok Selatan, yaitu Kecamatan Pauh Duo, Sungai Pagu, dan Sangir. Dari laporan yang diterima BPBD, banjir merendam ribuan rumah di tiga kecamatan itu.

    Zulfianto menuturkan hujan juga menyebabkan jalan negara di kawasan Liki yang menghubungkan Solok Selatan dengan Kerinci, Jambi, terputus. Sebab, jalan sepanjang 35,5 meter mengalami terban atau gempa runtuhan akibat longsor.

    Di Kabupaten Limapuluh Kota, meluapnya debit air di Sungai Maek dan Sungai Batang Sinamat akibat hujan lebat menyebabkan banjir, hingga seribuan rumah terendam. Menurut Zulfianto, jalan utama Sumatera Barat-Riau juga terputus karena banjir di Kilometer 172 di Jorong Sopan dan di Kilometer 176-179.

    Pejabat Bupati Limapuluh Kota Yendri Thomas mengatakan banjir merendam seribuan rumah sehingga warga pun mengungsi. Saat ini pihaknya berfokus pada evakuasi para korban. “Kami belum memikirkan penetapan status bencana dan kondisi,” tuturnya. Yendri mengatakan hal terpenting yang harus dilakukan adalah mendirikan posko banjir dan dapur umum. Sebab, banyak warga yang kekurangan logistik.

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumatera Barat R. Pagar Negara mengatakan banjir dan longsor juga melanda Kabupaten Dharmasraya. Banjir merendam ratusan rumah di tiga titik karena meluapnya Sungai Batanghari akibat hujan lebat.

    Selain itu, Pagar melanjutkan, banjir melanda Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Pasaman, Kota Solok, dan Kabupaten Solok. Adapun Kabupaten Tanah Datar dihantam longsor. Namun tanah longsor yang menutupi jalan di Tanjung Alam sudah dibersihkan dengan alat berat.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.