Pangkalpinang Masih Dikepung Banjir Berarus Kencang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. TEMPO/Dasril Roszandi

    Ilustrasi banjir. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.COJakarta - Hujan sepanjang hari yang mengguyur Bangka Belitung menyebabkan banjir di beberapa wilayah di Kota Pangkalpinang pada Senin, 8 Februari 2016. Hujan deras yang turun sejak pukul 08.00 pagi tersebut mengakibatkan banjir dengan arus kencang.

    Untuk mengevakuasi korban, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Bangka Belitung memasang "tali jiwa". “BPBD, Basarnas, dan Polri saat ini sedang mengevakuasi korban ke tempat yang lebih aman,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya, Senin malam, 8 Februari 2016.

    Data BNPB menyebutkan wilayah yang terendam banjir antara lain Kecamatan Taman Sari, Kecamatan Rangkui, Kelurahan Kepulauan Bintan, Kelurahan Pasir Putih, Kelurahan Parit Lalang, dan Kelurahan Bukit Intan.

    Sutopo mengatakan belum ada korban jiwa dalam bencana ini. “Masih dalam proses pendataan,” katanya. Untuk kerugian materi pun saat ini masih belum bisa didata semua karena banjir masih berlangsung.

    Sebelumnya, Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Mulyono R. Prabowo memperkirakan, pada akhir pekan menjelang Imlek 2016, di beberapa wilayah Indonesia akan berpeluang terjadi hujan. Ia mengatakan hujan lebat akan terjadi pada hari Minggu hingga Selasa. 

    Kondisi hujan, kata Mulyono, diperkirakan juga diiringi dengan peluang munculnya angin kencang, puting beliung, kilat atau petir, serta kejadian hujan es, khususnya di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

    Cuaca ini, kata dia, ditinjau dari kondisi dinamika atmosfer global, yakni monsoon dingin Asia menunjukkan pola angin baratan yang dominan. Hal ini menandakan musim hujan masih konsisten terjadi di wilayah Indonesia.

    Mulyono menjelaskan, aktivitas desakan udara dingin Asia juga mendukung menjadikan Sumatera dan Jawa sebagai wilayah lintasan aliran udara basah. Faktor lain adalah adanya fase basah Madden Julian Oscilation (MJO) yang kini masih berada di wilayah Indonesia bagian barat. Selain itu, adanya fase negatif Indian Ocean Dipole (IOD) turut mempengaruhi peningkatan aktivitas pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat.

    Masyarakat diharapkan mewaspadai potensi hujan lebat yang akan muncul antara lain di wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Barat dan Tengah, Jawa Tengah dan Timur, Bali serta Nusa Tenggara, serta Papua bagian Utara.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.