Mayoritas Korban Miras Oplosan dari Luar Jawa, Ini Daftarnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Miras oplosan

    Miras oplosan "Cherrybelle" yang telah diecer diamankan petugas Polsek Lembang, Jawa Barat, 5 Desember 2014. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Sleman - Lima belas dari 22 korban tewas akibat minuman keras oplosan ethanol di Sleman adalah mahasiswa asal luar Jawa. Sisanya, warga Kota Yogyakarta, Sleman dan Bantul.

    Para korban dari luar Jawa itu sembilan mahasiswa asal Papua, empat dari Maluku Utara, dan dua dari Sumatera. "Mereka yang jadi korban banyak dari kalangan mahasiswa luar Jawa," kata Ajun Komisaris Sepuh Siregar, Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Sleman, hari ini, Senin, 8 Februari 2016.

    Para korban tadi sebelumnya menenggak miras oplosan ethanol dan pemanis buatan Sasongko dan istrinya yang berjualan di Dusun Ambarrukmo, Caturtunggal. Depok, Kota Sleman. Masih ada empat lagi korban tewas tapi itu akibat meminum miras oplosan dari tersangka lainnya di daerah Seyegan, Sleman.

    Baca: Suami-Istri Racik Miras Oplosan, Puluhan Mahasiswa Tewas

    Tempat kejadian perkara di beberapa asrama mahasiswa dan rumah korban di Kota  Yogyakarta, Sleman, dan Bantul. Ada dugaan, minuman itu tidak hanya dioplos dengan ethanol tetapi juga dicampur dengan obat nyamuk cair. Sebab, polisi menemukan obat nyamuk cair di tempat pengoplosan minuman keras yang mematikan itu.

    Polisi sangat sering merazia para penjual minuman oplosan. Tetapi, penjual dan pengoplos hanya dikenakan tindak pidana ringan (tipiring).

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Yogyakarta Komisaris Heru Muslimin menyatakan, penjual dan pengoploas nekat meski sering dirazia. "Kebetulan yang menjual minuman yang mengakibatkan banyak orang meninggal berada di wilayah Sleman. Kami serahkan proses hukum ke Polres Sleman," kata Heru.

    Baca: Wajah Jenazah Korban Miras Oplosan di Yogyakarta Menghitam

    Sekarang, polisi Sleman menggunakan pasal berlapis, yaitu Pasal 204 Kitab Undang-undang Hukum Pidana, Undang-Undang Pangan Nomor 18 Tahun 2013, dan Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009. Ancaman hukumannya adalah penjara seumur hidup.

    Berdasarkan catatan Kepolisian Resor Sleman, inilah nama-nama korban tewas miras oplosan ethanol dan pemanis:

    1. Arzani Wanimbo, 19 tahun warga Tolikara, Papua
    2. Marcelius Melky, 23 tahun, warga Edara, Papua
    3. Mikison Kogaya, 20 tahun, warga Puncak Jaya, Papua
    4. Johanes Auri Chosby, 23 tahun, warga Papua5. Yakison Telenggen, warga Puncak Jaya, Papua
    6. Tendinus Tabuni, 22 tahun, warga jayapura Selatan, Papua.
    7. Daeron Daikon Wonda, 39 tahun, warga Papua
    8. Hengky Wonda, warga Puncak Jaya, Papua
    9. Manggun Kogoya, warga Tolikara, Papua
    ‎10. Nur Bahri Nur Rifai, 18 tahun, warga Ternate, Maluku Utara
    11. Muhammad H. Hasan, 19 tahun, warga Tidore, Maluku Utara
    12.  Sitti Nur Dayantikaaba, 21 tahun, warga Ternate, Maluku Utara
    13. Novrillah Gamawati, 23 tahun, warga Ternate, Maluku Utara
    14. Fajar Bayu Putra, 20 tahun, warga Sukaraja Seluma, Bengkulu
    15. M. Rivaldi Syahputra, 21 tahun, warga Medan
    16. Alqurni Nur Ramadhan, 26 tahun, warga Gondokusuman, Yogyakarta
    17. Suwasono,51 tahun, warga Gondokusuman, Yogyakarta
    18. Hendra Sayogya, 48 tahun, warga Gondokusuman, Yogyakarta
    19. Endro Sriharjanto, 32 tahun, warga Umbulharjo, Yogyakarta
    20. Stephanus Dony Tamtomo, 38 tahun warga Banguntapan, Bantul
    21. Madiyo Saroyo, 57 tahun, warga Moyudan, Sleman
    22. Veris Luber Joko Isdianto,28 tahun, warga Umbulharjo, Yogyakarta

    Empat korban tewas di Seyegan, Sleman, adalah:

    1.Sariman alias  Teguh, 44 tahun, warga Seyegan Sleman
    2.Anang Kurniawan, 33 tahun, warga Seyegan Sleman
    3. Suparlan alias  Palung, 46 tahun, warga Sidoagung Godean, Sleman dan 
    4.Sudimin, 46 tahun, warga Seyegan, Sleman.

    MUH SYAIFULLAH  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.