Pejalan Kaki Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Bengkulu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebatang pohon melintang menutupi jalan Jenderal Sudirman menuju Bunderan Hotel Indonesia kawasan Dukuh Atas, Jakarta, 1 Februari 2016. Tumbangnya pohon pembatas jalan ini diakibatkan hujan disertai angin di kawasan tersebut. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sebatang pohon melintang menutupi jalan Jenderal Sudirman menuju Bunderan Hotel Indonesia kawasan Dukuh Atas, Jakarta, 1 Februari 2016. Tumbangnya pohon pembatas jalan ini diakibatkan hujan disertai angin di kawasan tersebut. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Bengkulu - Hujan deras disertai angin kencang di Desa Lukasari, Kecamatan Lebong Selatan, Bengkulu, mengakibatkan satu orang tewas. Arkon Bin Suud, nama warga itu, meninggal akibat tertimpa pohon yang tumbang di tengah hujan dan angin kencang itu, Senin sore 8 Februari 2016.

    Kejadian nahas ini terjadi saat korban yang berjalan kaki hendak mengambil bambu. Dia melintas persis di bawah pohon yang kemudian tumbang itu.

    "Korban saat itu melintas mau mengambil bambu di tengah hujan deras kemudian pohon roboh dan menimpa korban," kata petugas Babinsa setempat, Kopral Nopal, Senin 8 Februari 2016.

    Hingga kini jasad korban telah disemayamkan di rumah duka, sementara warga bergotong royong menyingkirkan batang pohon yang meghalangi jalan. Tidak saja memakan korban jiwa  robohnya pohon juga mengakibatkan jalan lintas Rejang Lebong menuju Lebong macet total.

    Seorang warga Kota Bengkulu, Indah Syahrudin, yang kebetulan melintas di lokasi mengatakan pohon roboh mengakibatkan jalan lintas menuju dan dari Kabupaten Lebong tersebut macet total.

    "Lebih dari tiga jam macet, untung warga sekitar dan para pengguna jalan sigap bergotong royong memotong pohon agar kendaraan bisa lewat," katanya yang berencana pulang ke Kota Bengkulu.

    PHESI ESTER JULIKAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.