Selain Longsor, Banjir Meluas di Sumatera Barat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membantu pengendara motor melintasi gundukan longsor di Jalan Raya Padang - Solok, Atapgenteng Indaruang, Padang, Sumatera Barat, 11 November 2015. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

    Warga membantu pengendara motor melintasi gundukan longsor di Jalan Raya Padang - Solok, Atapgenteng Indaruang, Padang, Sumatera Barat, 11 November 2015. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

    TEMPO.COPadang - Longsor menyebabkan satu keluarga beranggotakan enam orang tertimbun di Jorong Taratak Tinggi, Nagari Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Curah hujan yang tinggi sejak Sabtu, 6 Februari, hingga Senin dinihari, 8 Februari 2016, menyebabkan longsor di sejumlah titik dan banjir di Sumatera Barat.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Barat, Zulfiatno mengatakan satu rumah di Jorong Taratak Tinggi, Nagari Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan, tertimbun longsor. Kejadian pada Senin, 8 Februari, pukul 03.00 itu menyebabkan enam penghuni rumah tertimbun.

    "Empat korban sudah ditemukan meninggal, sedangkan dua korban lainnya hingga siang ini masih dicari. Kami belum memiliki nama-nama korban," katanya, Senin, 8 Februari 2016.

    Longsor dan banjir juga meluas di enam kabupaten dan kota di Sumatera Barat sejak Sabtu hingga puncaknya pada Senin pagi. Keenamnya adalah Kabupaten Limapuluh Kota, Kota Solok, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Pasaman. Banjir merendam sekira 1.500 kepala keluarga dengan 6.000 jiwa.

    "Para korban terpaksa dievakuasi ke tempat yang aman karena banjir merendam rumah 1,5 meter, bahkan ada yang 2 meter. Mereka membutuhkan makanan, pakaian, dan lokasi evakuasi," ujar Zulfiatno.

    FEBRIANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.