Jalan Riau-Sumatera Barat Putus, Warga Alihkan Kendaraan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah  warga melintas  di samping  jalan yang longsor di jalur yang mengubungkan kota Tomohon-Manado di Tinoor, Tomohon, Sulawesi Utara (17/1). Terputusnya jalan tersebut membuat lalulintas Tomohon- Manado lumpuh total dan dialihkan ke jalur alternatif Tanahwangko, Minahasa. ANTARA/Fiqman Sunandar

    Sejumlah warga melintas di samping jalan yang longsor di jalur yang mengubungkan kota Tomohon-Manado di Tinoor, Tomohon, Sulawesi Utara (17/1). Terputusnya jalan tersebut membuat lalulintas Tomohon- Manado lumpuh total dan dialihkan ke jalur alternatif Tanahwangko, Minahasa. ANTARA/Fiqman Sunandar

    TEMPO.COJakarta - Jalur lintas Riau-Sumatera Barat putus total akibat diterjang banjir di Desa Kota Baru, Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Hujan lebat yang mengguyur daerah itu sejak tiga hari terakhir membuat aliran sungai meluap hingga menutupi badan jalan setinggi 1 meter. Pengendara terpaksa mengalihkan rute ke jalur Kuantan Singingi-Kiliran Jao sebagai jalur alternatif.

    Warga Bukittinggi yang menghabiskan waktu liburan di Pekanbaru mengaku terpaksa lewat lintas Klirian Jao, Sijunjung, untuk balik kampung lantaran banjir di Pangkalan tidak kunjung surut. Meski lebih jauh, kata dia, tidak ada pilihan lain baginya agar sampai ke Bukittinggi.

    "Cukup jauh memang, jalannya memutar selisih waktu empat jam lebih lama dari jalan biasa," ujarnya.

    Hal serupa juga diungkapkan warga Bukittinggi lainnya, Eri Edwar. Setelah mendapat informasi banjir semakin tinggi, dia pun memilih jalur Taluk Kuantan-Kiliran Jao. "Habiskan waktu kurang lebih sepuluh jam sampai di Bukittinggi, tapi tak masalah, yang penting sampai," katanya.

    Sedangkan warga Pekanbaru, Rozita, yang terjebak macet di lokasi banjir menyebutkan luapan air semakin tinggi hingga turut merendam ribuan rumah warga sekitar. Rozita yang berniat ke Bukittinggi pun tidak bisa memutar kendaraan balik ke Pekanbaru karena macet sudah terjadi cukup panjang di badan jalan. Rozita mengaku sudah terjebak macet akibat banjir sejak pukul 23.00 tadi. Namun, hingga pagi, air tak kunjung surut.

    "Mobil sudah terkepung banjir, jalur sebelumnya dekat jembatan juga sudah terendam," tuturnya melalui pesan WhatsApp.

    Pantauan di lapangan, kata dia, air semakin tinggi hingga dada orang dewasa. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Limapuluh Kota sudah mulai mengevakuasi warga.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.