Sungai Meluap, Jalur Riau-Sumatera Barat Terputus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa berusaha menyeberangi jalan yang terendam banjir di Desa Buluhcina, Kampar, Riau, 19 Januari 2016. Banjir luapan Sungai Kampar dan dibukanya Pintu Air PLTA Koto Panjang ini semakin meluas dan merendam ribuan rumah. ANTARA FOTO

    Sejumlah siswa berusaha menyeberangi jalan yang terendam banjir di Desa Buluhcina, Kampar, Riau, 19 Januari 2016. Banjir luapan Sungai Kampar dan dibukanya Pintu Air PLTA Koto Panjang ini semakin meluas dan merendam ribuan rumah. ANTARA FOTO

    TEMPO.COPekanbaru - Jalur lintas barat yang menghubungkan provinsi Riau-Sumatera Barat terputus akibat diterjang banjir. Ini karena air sungai di Desa Kota Baru, Pangkalan, Sumatera Barat, meluap karena hujan turun beberapa hari terakhir sehingga meluber ke badan jalan setinggi 1 meter.

    "Sudah lebih dari tujuh jam kendaraan tidak bisa melintas," kata warga Pekanbaru, Rozita, Senin, 8 Februari 2016.

    Akibat banjir, kata Rozita, macet panjang terjadi di badan jalan. Rozita, yang berniat ke Bukittinggi, terpaksa balik arah ke Pekanbaru. Namun ternyata arus lalu lintas semakin semrawut akibat badan jalan dipadati mobil yang terjebak.

    "Sampai di pengkolan arah simpang tiga macet total. Air sungai naik hingga paha orang dewasa. Mobil tidak bisa jalan," ujarnya.

    Rozita mengaku sudah menunggu dari pukul 23.00. Namun, hingga pagi, air tak kunjung surut. "Ribuan rumah di desa sekitar juga turut terendam. Ada petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah turut mengevakuasi warga sekitar," tutur Rozita.

    Informasi dari warga sekitar, kata Rozita, air meluap karena sejak beberapa hari terakhir hujan lebat terus mengguyur daerah itu dan membuat aliran sungai meluap. Warga Bukittinggi, Leni Rika, mengaku, sejak kemarin, Ahad, 7 Februari 2016, hingga kini, hujan lebat terus mengguyur Sumatera Barat. "Dari kemarin sampai sekarang masih hujan," ucapnya.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.