Jokowi-JK Ucapkan Selamat Imlek  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian berjaga di depan pintu masuk Klenteng Hok Lay Kiong pada malam Tahun Baru Imlek, Bekasi, Jawa Barat, 7 Februari 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Petugas kepolisian berjaga di depan pintu masuk Klenteng Hok Lay Kiong pada malam Tahun Baru Imlek, Bekasi, Jawa Barat, 7 Februari 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo memberikan ucapan selamat tahun baru Imlek 2567 lewat akun Twitter-nya. "Selamat merayakan Tahun Baru Imlek bagi masyarakat Tionghoa di seluruh Indonesia. Gong Xi Fa Cai," tulis Jokowi dalam akunnya, @jokowi, pada Senin, 8 Februari 2016. 

    Ucapan selamat juga disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam akunnya, @Pak_JK. "Selamat Tahun Baru #Imlek 2567 bagi yang merayakan. Semoga selalu damai, makmur dan bahagia."

    Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut menyampaikan ucapan selamat. Melalui akun ‏@SBYudhoyono, SBY mendoakan hidup semakin damai, bahagia, dan sejahtera pada tahun baru ini. Ia juga mengingatkan untuk saling berbagi. "Siapapun, termasuk yang rayakan Imlek, jika punya kelebihan ingatlah yg lain, terutama yg tak mampu. Insya Allah rezeki akan tambah banyak," cuitnya.

    Pejabat lain yang juga bercuit adalah Sekretaris Kabinet Pramono Anung. "Selamat Tahun Baru #Imlek 2567 bagi yang merayakan. Semoga damai, makmur dan bahagia #GongXiFaCai," tulisnya.

    Wali Kota Bandung Ridwan Kamil pun tak ketinggalan. "Kepada semua yang merayakan, Selamat tahun baru Imlek. Gong Xi Fa Cai !" cuitnya melalui akun @ridwankamil.

    Ridwan pun menyertakan sebuah video singkat selama 12 detik. Dalam tayangan tersebut, terlihat gambar sketsa lelaki dan wanita menggunakan pakaian khas Tionghoa dengan tangan mengepal. Di belakangnya ada koin yuan dengan empat kanji. Ridwan kemudian menuliskan "GONG XI FA CAI" dengan pulpen bertinta biru.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.