Tanah Longsor, Jalan Sumatera Barat-Sumatera Utara Putus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membantu pengendara motor melintasi gundukan longsor di Jalan Raya Padang - Solok, Atapgenteng Indaruang, Padang, Sumatera Barat, 11 November 2015. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

    Warga membantu pengendara motor melintasi gundukan longsor di Jalan Raya Padang - Solok, Atapgenteng Indaruang, Padang, Sumatera Barat, 11 November 2015. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

    TEMPO.COPadang - Hujan lebat yang mengguyur sejumlah daerah di Sumatera Barat mengakibatkan terjadinya banjir dan longsor di beberapa titik. Di antaranya, longsor di Kabupaten Agam dan banjir di Kota Solok.

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Barat R. Pagar Negara mengatakan, akibat curah hujan yang tinggi, kembali terjadi longsor di Jalan Lintas Sumatera Kilometer 35, tepatnya di Jorong Tanggua Banio Bateh Rimbang Nagari Nan Tujuah, Palupuah Panjang, Sabtu, 6 Februari 2016, sekitar pukul 21.10.

    "Tanah longsor sepanjang 15 meter dengan tinggi 2,5 meter menutupi jalur lintas menuju Sumatera Utara itu," ucap Pagar, Ahad, 7 Februari 2016. Akibatnya, kata Pagar, jalur tersebut lumpuh total sehingga kemacetan mencapai 10 kilometer dari dua arah.

    Menurut Pagar, kendaraan baru bisa melalui jalur tersebut pada Ahad, 7 Februari 2016, sekitar pukul 04.28. Namun masih dengan sistem buka-tutup. "Malam itu, alat berat belum ada. Masyarakat gotong-royong agar kendaraan bisa melalui jalur tersebut." 

    Selain di Kabupaten Agam, banjir dan longsor juga melanda Kota Solok, Sumatera Barat, Sabtu, 6 Februari 2016. Kali ini, puluhan rumah terendam banjir setinggi 50 sentimeter. "Longsor juga menghantam satu rumah di Kota Solok," ujarnya.

    Pagar mengatakan banjir dan longsor terjadi karena tingginya intensitas hujan di daerah tersebut, sehingga menyebabkan debit air Sungai Batang Lembang naik dan terjadi pergerakan tanah. Titik banjir di Kota Solok terdapat di Kelurahan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan. Air di kawasan itu merendam 13 rumah yang dihuni 130 jiwa. Kemudian, di Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, yang merendam 43 rumah dengan 184 jiwa penduduk.

    Bencana tanah longsor juga terjadi di Kota Solok. Tepatnya di Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Tanjung Harapan. Longsor menghantam rumah milik Jumadi.

    Kepala Seksi Informasi dan Observasi BMKG Ketaping Budi Iman Samiaji mengatakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di sebagian Sumatera Barat.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.