Kelenteng Kebanjiran, Umat Konghucu Tetap Rayakan Imlek

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mencuci relief Dewi Kwan Im di ruang sembahyang Klenteng Hong San Kiong, di Jombang, Jawa Timur, 13 Februari 2015. Pembersihan seluruh bagian klenteng tersebut dilakukan untuk menyambut hari raya Imlek. TEMPO/Fully Syafi

    Warga mencuci relief Dewi Kwan Im di ruang sembahyang Klenteng Hong San Kiong, di Jombang, Jawa Timur, 13 Februari 2015. Pembersihan seluruh bagian klenteng tersebut dilakukan untuk menyambut hari raya Imlek. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.COSidoarjo - Umat Buddha dan Konghucu, di tempat ibadah Tri Darma Tjong Hok Kiong, Jalan Kartini, Sidoarjo, Jawa Timur, tetap akan menggelar sembahyang dan perayaan tahun baru Imlek meski halaman dan tempat inti ibadah sampai saat ini masih terendam banjir, Sabtu, 6 Februari 2016.

    "Besok tengah malam tetap akan dilakukan sembahyang dan perayaan penyalaan kembang api," kata salah seorang pengurus Kelenteng Tjong Hok Kiong Sidoarjo, Halim Budiono, saat ditemui Tempo tengah membersihkan salah satu ruangan kelenteng.

    Budiono mengaku banjir kali ini sangat mengganggu persiapan perayaan Imlek. Sebab, pengurus dan panitia kelenteng harus bekerja ekstra untuk membersihkan arca-arca dan lantai kelenteng. "Hampir semua ruangan terendam air," ujarnya.

    Berdasarkan pantauan Tempo, air yang menggenangi kelenteng yang masuk wilayah Kelurahan Sidoklumpuk, Kecamatan Sidoarjo Kota, itu masih setinggi 10-20 sentimeter. Sejumlah pengurus tampak sibuk memindahkan barang.

    "Untuk prediksi jumlah anggota jemaat saat musim hujan seperti sekarang ini belum bisa diketahui. Tapi anggota jemaat kami ada 300-an. Selain dari Sidoarjo, jemaat datang dari Pasuruan, Probolinggo, dan Malang," ucapnya.

    Hujan deras selama empat jam lebih pada Jumat sore kemarin itu tidak hanya merendam kelenteng yang berada di Kelurahan Sedoklumpuk tersebut, tapi juga rumah-rumah warga Kelurahan Sidokare, Pucang, dan Bluru.

    Banjir juga turut merendam sejumlah ruas jalan kota, seperti Jalan Kartini, Yos Sudarso, KH Mukmin, dan Jaksa Agung Suprapto. Genangan itu membuat macet jalan. Sampai saat ini, genangan air sebagian belum surut.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.