Perpisahan Tragis, Petinggi KMP Tidak Hadir pada HUT Gerindra

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, melambaikan tangan ketika tibanya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 29 Januari 2015. Prabowo menemui Presiden Joko Widodo untuk bersilahturahim dan membicarakan masalah terkini bangsa. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, melambaikan tangan ketika tibanya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 29 Januari 2015. Prabowo menemui Presiden Joko Widodo untuk bersilahturahim dan membicarakan masalah terkini bangsa. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.COJakarta - Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra merayakan hari ulang tahun yang kedelapan, Sabtu, 6 Februari 2016. Tapi tak satu pun petinggi partai politik yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) hadir dalam acara yang digelar di kantor DPP Partai Gerindra, kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, itu.

    Berdasarkan pantauan Tempo, petinggi KMP yang hadir hanyalah pimpinan Partai Gerindra. Ketua umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, hadir dengan didampingi Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani. Hadir pula Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR, Fadli Zon.

    Saat ditemui seusai acara, Muzani mengatakan partainya memang tidak mengundang pimpinan KMP. Menurut dia, Prabowo menginginkan perayaan ulang tahun internal yang sederhana. "Peringatan untuk konsolidasi watak kami sendiri dan dihadiri kader-kader secara penuh," ujar Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPR ini.

    Dalam pidato pembukaannya, Prabowo juga mengungkapkan sengaja tidak mengundang petinggi partai politik lain. Menurut dia, partainya memang jarang mengundang partai lain bila mengadakan sebuah acara. "Bukan tertutup, melainkan tidak ingin gembar-gembor saja," tuturnya.

    Padahal, dalam acara rapat kerja atau ulang tahun partai anggota KMP, pimpinan Gerindra, Golkar, PKS, dan PAN selalu hadir. Tidak hadirnya para petinggi KMP dalam acara ulang tahun Partai Gerindra semakin menegaskan bahwa KMP telah berakhir. 

    Sebagian partai di KMP memang membelot dan memberikan dukungan kepada pemerintah Presiden Joko Widodo, seperti Partai Amanat Nasional dan, yang terakhir, Partai Golkar.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.