Diberhentikan Ridwan Kamil, Dirut Pasar Mengaku Belum Tahu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pasar Bermartabat Rinal Siswadi mengaku belum menerima surat pemberitahuan ihwal pemberhentian sementara oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil terhitung Jumat, 5 Februari 2016 hingga waktu yang belum ditentukan. "Belum ada (pemberitahuan)," kata Rinal saat dihubungi melalui ponselnya, Jumat siang.

    Lebih lanjut Rinal menambahkan, kalaupun memang diberhentikan, dia akan menerima keputusan tersebut, asalkan dasar-dasarnya jelas. "Saya tentunya akan melihat bagaimana dasar-dasar pemberhentian sementara ini," ucapnya.

    Hari ini, lanjut Rinal, dia masih menjalani jabatannya sebagai direktur utama. "Karena per hari ini baru diumumkan di media atas statement wali kota, ada beberapa jadwal yang sudah diagendakan, saya akan selesaikan apa yang menjadi tugas saya," ucapnya.

    Rinal mengaku heran dengan langkah audit keuangan dan teknis yang akan dilakukan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil ke PD Pasar Bermartabat. "Kami sudah melakukan audit," katanya.

    Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memberhentikan Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pasar Bermartabat Rinal Siswadi. "Dirut PD Pasar diberhentikan sementara," jelasnya.

    Ridwan Kamil menjelaskan, selama Rinal Siswadi dirumahkan, untuk sementara waktu pihaknya akan melakukan audit keuangan dan audit teknis secara independen di tubuh PD Pasar Bermartabat. "Audit independen dulu karena laporan dari pedagang pasar, masyarakat, banyak sekali. Saya susah untuk ngambil keputusan kalau tidak berdasarkan kronologi dan bukti-bukti forensik yang baik," tuturnya.

    Selama ini, lanjut Ridwan Kamil, pengelolaan pasar tradisional oleh PD Pasar Bermartabat terbilang buruk. Rapor merah pun diberikan kepada kepada BUMD tersebut. Selain itu, kerugian miliaran rupiah juga menjadi pertimbangan diberhentikannya Rinal sebagai Direktur Utama.

    Jika hasil audit memang menunjukkan bobroknya pengelolaan pasar, kemungkinan besar pemberhentian sementara berubah menjadi pemberhentian permanen.

    "Kalau tidak terbukti dikembalikan ke posisinya, hanya diberi target supaya kerja lebih baik lagi. Senin audit sudah mulai," ujarnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.