BPBD Minta Masyarakat Tak Tangani Sendiri Musibah Longsor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berjalan diatas longsoran tanah di Dusun Kaliwingo, Kulon Progo, Sabtu (22/11). Sebanyak tiga rumah di dusun tersebut hancur total, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.  Tempo/Arif Wibowo

    Warga berjalan diatas longsoran tanah di Dusun Kaliwingo, Kulon Progo, Sabtu (22/11). Sebanyak tiga rumah di dusun tersebut hancur total, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Tempo/Arif Wibowo

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gunungkidul, Budiharjo, meminta masyarakat dan perangkat kecamatan dan desa di Gunungkidul tidak menangani sendiri bencana longsor di wilayahnya. “Langkah pertama, jika terjadi bencana longsor, mengamankan diri dan melapor kepada perangkat dukuh atau desa, lalu diteruskan kepada petugas kami di wilayah,” ujarnya, Jumat, 5 Februari 2016.

    Instruksi ini sebagai upaya menjalankan prosedur keselamatan penanganan bencana sesuai tata koordinasi yang benar. Agar kasus tewasnya Tukijo, Kepala Dukuh di kecamatan Samigaluh, Kulonprogo, tak terulang lagi. Tukijo, tewas tertimpa longsor susulan, saat kerja bakti membersihkan longsor bersama masyarakat.

    Budiharjo menuturkan, Gunungkidul adalah daerah paling rawan longsor di DIY selain Kulonprogo. Gunungkidul memiliki banyak titik rawan longsor yang tersebar di 25 desa, di tujuh kecamatan. Zona merah itu di Kecamatan Gedangsari, Purwosari, Patuk, Nglipar, Ngawen, Semin dan Ponjong. “Karena karakter tanah Gunungkidul sangat labil, dan sulit diketahui fase longsor mana yang volume materialnya besar,” kata dia.

    BPBD pun telah bersiaga menghadapi potensi longsor, dengan mengerahkan dan monitoring petugas di sejumlah zona merah, sejak Januari 2016 lalu. Longsoran-longsoran kecil seperti di bantaran sungai, seperti Kali Pancuran, Wonosari, yang taludnya ambrol setelah sungai itu meluap pekan lalu. “Penghujan kali ini sudah menelan satu korban jiwa di Gunungkidul, terseret banjir anak Kali Oya, Januari lalu. Semoga tidak bertambah lagi,” kata Budi.

    Kepala Seksi Kesiapsiagaan Bencana BPBD Gunungkidul, Nugroho Wahyu, mengatakan detil peta rawan longsor di Gunungkidul sedang dibahas, untuk mendetilkan bagian lokasi. “Untuk mengawasi lebih fokus dan mempercepat penanganan,” ujarnya.

    Di Kota Yogyakarta, Kepala BPBD, Agus Winarno pun, mulai bersiaga. Terutama banjir dan longsor di sungai-sungai utama seperti Code, Winongo, dan Gajah Wong. Perangkat deteksi banjir sungai seperti CCTV, khususnya di Untuk Kali Winongo dan Code, terus diaktifkan.“Warga bantaran sudah kami minta meningkatkan kewaspadaan, dan terus memantau intensitas hujan, mendeteksi warna dan bau sungai, untuk mengantisipasi banjir lahar hujan,” kata dia.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.