Luhut Jamin Terorisme Tak Ganggu Pembangunan Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan (tengah) bergegas meninjau lokasi dari aksi teror di kawasan Sarinah, Jakarta, 14 Januari 2016. ANTARA/Wahyu Putro A

    Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan (tengah) bergegas meninjau lokasi dari aksi teror di kawasan Sarinah, Jakarta, 14 Januari 2016. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan menjamin teror yang terjadi di Indonesia tidak akan mempengaruhi pembangunan di Indonesia. Menurut Luhut, pemerintah sudah memusatkan perhatiannya untuk memberantas terorisme guna melancarkan rencana pembangunan.

    "Terorisme itu adalah masalah global, bukan hanya masalah Indonesia," kata Luhut dalam sebuah seminar ekonomi di Ritz Carlton, Kamis, 4 Februari 2016.

    Luhut mengatakan, untuk menekan terorisme di Indonesia, perlu adanya pendekatan lunak, seperti kampanye kontra radikalisasi atau melawan intoleransi. Namun bukan berarti adanya soft approach akan mengabaikan penindakan. "Kami terus meningkatkan kerja Densus 88," kata Luhut.

    Menurut Luhut, perlu ada pendekatan holistik bagi terpidana setelah keluar dari tahanan. Setelah keluar dari penjara, biasanya tahanan akan kembali ke habitatnya. Sehingga, memberikan pembinaan, pelatihan, dan pemahaman, membuat mantan narapidana bisa diterima di masyarakat dan terhindar dari kecenderungan untuk menjadi pelaku teror.

    Luhut mengatakan bahwa pemerintah telah memetakan jaringan Negara Islam Suriah dan Iraq (ISIS) di Indonesia. Untuk memberantasnya, perlu dua pendekatan tadi, yakni soft approach dan hard approach. Dalam menjalani kedua hal tersebut, pemerintah menjalin kerja sama dengan tokoh agama dan intelijen. "Strategi pembangunan tidak bisa lepas dari dua hal itu," kata Luhut.

    Dalam mengurangi teror di Indonesia, Luhut juga menganggap pentingnya memperkecil tingkat disparitas antara kaum ekonomi menengah ke bawah dan menengah ke atas. Sebab, terorisme dipupuk, antara lain, oleh ketimpangan sosial yang terjadi. Luhut mengatakan kebijakan pemerintah saat ini sedang bergerak ke arah itu.

    Di luar terorisme, Luhut mengatakan nilai tambah terhadap produksi di Indonesia sedang digenjot. Pemerintah sudah tidak mau lagi membuat Indonesia sebagai basis komoditi, melainkan basis industri.

    Menurutnya, transformasi dari komoditi menjadi basis industri sangat penting. Kemudian, kebijakan tentang Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menurutnya harus terus dijaga. "Saya yakin tahun ini pertumbuhan ekonomi bisa dekat enam persen. Jangan khawatir semua under control," ujar dia.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.