Tampung Eks Anggota Gafatar, Jawa Tengah Habiskan Ratusan Juta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana ruang kamar penampungan sementara ratusan mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Youth Centre, Sleman, Yogyakarta, 29 Januari 2016. Total sebanyak 236 orang mantan anggota Gafatar ditampung di Youth Centre, Yogyakarta. TEMPO/Pius Erlangga

    Suasana ruang kamar penampungan sementara ratusan mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Youth Centre, Sleman, Yogyakarta, 29 Januari 2016. Total sebanyak 236 orang mantan anggota Gafatar ditampung di Youth Centre, Yogyakarta. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Boyolali - Selama menampung para eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Asrama Haji Donohudan Kabupaten Boyolali sejak Ahad pekan lalu, pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengeluarkan anggaran sekitar Rp 134,8 juta untuk belanja bermacam kebutuhan pokok yang tidak termasuk dalam paket bantuan logistik standar.

    Pelaksana tugas Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Petrus Edison Ambarura, mengatakan paket bantuan logistik standar hanya terdiri atas beras, sarden, mi instan, dan kecap. “Saat masih ditampung di Pontianak, mereka (eks anggota Gafatar) sudah jenuh dengan menu sarden,” kata Edison saat meninjau Asrama Haji Donohudan Boyolali pada Kamis, 4 Februari 2016.

    Edison mengatakan anggaran Rp 134,8 juta itu digunakan untuk membeli lauk-pauk, sayuran, bumbu, gula, susu, teh, kopi, biskuit dan bubur bayi, sabun, sikat, pasta gigi, detergen, popok, dan pembalut. “Di hari pertama kedatangan mereka (eks anggota Gafatar), kami membagikan 1.327 paket berisi popok bayi, susu anak, sikat dan pasta gigi, sabun, dan pembalut.

    Menurut Edison, pemerintah selama ini terbantu oleh banyaknya bantuan dari masyarakat, yang terpanggil untuk meringankan beban para eks anggota Gafatar di Asrama Haji Donohudan. “Ada yang menyumbang 1.000 butir telur, sayuran, bubur instan, susu, paket perlengkapan MCK, dan lain-lain. Seluruh bantuan dari donatur itu kami catat,” ujarnya.

    Dari pantauan Tempo, persediaan biskuit, popok bayi, dan detergen di Asrama Haji Donohudan mulai menipis sejak Rabu. Sejumlah pengikut Gafatar tampak kecewa saat mendatangi Posko Terpadu di gedung Muzdalifah. Sebab, barang yang mereka butuhkan sudah habis.

    Salah satu petugas di Posko Terpadu Asrama Haji Donohudan, Manto Bawor, mengakui sejumlah kebutuhan bagi eks anggota Gafatar mulai menipis. “Terutama popok dan detergen. Kami akan mengupayakan tambahan stok popok dan detergen dari para donatur,” kata Manto.

    Salah seorang eks anggota Gafatar asal Kota Medan, Sutrisno, 41 tahun, mengaku cukup terbantu dengan adanya bantuan dari donatur. “Kami berterima kasih atas kepedulian saudara-saudara yang telah menyumbangkan bantuan, terutama untuk susu anak ” kata Sutrisno.

    Sutrisno bersama istri dan dua anaknya, yang berumur 3 tahun dan 6 tahun, termasuk rombongan 730 eks anggota Gafatar yang ditampung di Asrama Haji Donohudan sejak Rabu pekan lalu. “Saya dengar pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan menjemput kami pada Ahad, 7 Februari. Tapi itu masih kabar burung,” kata Sutrisno, yang ingin segera mencari pekerjaan setelah pulang ke Medan.



    DINDA LEO LISTY 

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.