Pemerintah Boyolali Jamin Logistik Dapur Umum Eks Gafatar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satu keluarga mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) turun dari bus yang menghantarkan mereka dari tempat penampungan asrama haji Donohudan Boyolali, Jawa Tengah menuju Youth Centre, Sleman, Yogyakarta, 29 Januari 2016. Total sebanyak 5 bus mengangkut mantan anggota Gafatar yang berasal dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. TEMPO/Pius Erlangga

    Satu keluarga mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) turun dari bus yang menghantarkan mereka dari tempat penampungan asrama haji Donohudan Boyolali, Jawa Tengah menuju Youth Centre, Sleman, Yogyakarta, 29 Januari 2016. Total sebanyak 5 bus mengangkut mantan anggota Gafatar yang berasal dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Boyolali - Persediaan beras di dapur umum Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, disebutkan masih cukup. Padahal 730 pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang ditampung di sana belum diketahui kapan akan dijemput oleh pemerintah daerah asal mereka.

    “Stok beras di sini masih cukup untuk dua sampai tiga hari lagi,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Petrus Edison Ambarura saat meninjau Asrama Haji Donohudan pada Kamis, 4 Februari 2016.

    Sejak rombongan pengikut Gafatar dipulangkan dari Kalimantan dan pertama tiba di Asrama Haji Donohudan pada Ahad pekan lalu, Edison mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan 4,5 ton beras. Saat itu pemerintah memperkirakan para pengikut Gafatar hanya akan ditampung selama lima hari.

    “Beras itu dari Bulog. Karena sebagian warga (pengikut Gafatar) mengeluhkan kualitas nasinya. Kami pun berinisiatif menukarkan beras Bulog itu dengan beras yang lebih bagus,” kata Edison. Singkat cerita, ada seorang pengusaha dari wilayah Solo Raya yang bersedia menukar beras bulog itu dengan beras kualitas bagus.

    “Pengusaha itu menukar beras bagus dengan bobot yang sama sebagai bentuk kepeduliannya kepada mereka (pengikut Gafatar),” kata Edison. Dia menambahkan, saat ini Provinsi Jawa Tengah masih berkoordinasi dengan sejumlah pemerintah daerah di luar Jawa ihwal rencana penjemputan para pengikut Gafatar yang sudah delapan hari ditampung di Asrama Haji Donohudan.

    Data yang dihimpun Tempo di Posko Terpadu Asrama Haji Donohudan, dari 730 pengikut Gafatar yang menunggu jemputan dari pemerintah daerah masing-masing, 267 orang di antaranya dari Kalimantan Barat, 166 orang dari Lampung, dan 126 orang dari Sumatera Utara.

    Adapun sekitar 88 pengikut Gafatar lainnya dari berbagai daerah seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Sumatera Barat, Riau, Aceh, Jambi, dan Bengkulu.

    Selama belum ada kepastian kapan para pengikut Gafatar akan dijemput oleh pemerintah daerah masing-masing, Kepala Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Boyolali Purwanto akan berkoordinasi dengan Provinsi Jawa Tengah untuk menambah persediaan beras dan bermacam logistik di dapur umum Asrama Haji Donohudan.“Selama mereka masih di sini, semua kebutuhannya ditanggung pemerintah. Jadi tidak perlu khawatir,” kata Purwanto.

    DINDA LEO LISTY

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?