Ketika Wartawan Ikut Mengejar Jambret  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. wikipedia.org

    Ilustrasi. wikipedia.org

    TEMPO.COBangkalan - "Tolong, tolong, tolong," teriakan itu membuat sejumlah wartawan yang sedang ngopi di warung Wartatama yang terletak di pojok depan kiri Markas Kepolisian Resor Bangkalan berhamburan keluar menuju sumber suara.

    Teriakan itu bersumber dari Pos Polisi, sekitar 5 meter dari tempat kumpul wartawan. Di situ seorang perempuan bernama Sri Lestianingsih, 36 tahun, Warga Kelurahan Pangeranan, Kecamatan Kota Bangkalan, Jawa Timur, berbicara dengan napas tersengal, mukanya pucat. "Saya dijambret, dua laki-laki naik sepeda motor Supra, yang belakang pakai helm putih, jaket abu-abu," kata Sri dengan suara bergetar.

    Mendengar itu, sejumlah wartawan bukan mewawancarai Sri, mereka balik arah, menyalakan kendaraan dan ikut mengejar penjambret. Pengejaran terhenti di Pos Polisi Junok, sekitar 2 kilometer dari Pos Polisi Halim. "Kami ngejar, kirain penjambretnya bisa ditangkap polisi di Junok, ternyata lolos, kalau tertangkap, enak buat gambar berita TV," kata Muhyidin, wartawan televisi yang ikut pengejaran.

    Sri menuturkan penjambretan itu terjadi tepat di jalan depan Kantor Pemkab Bangkalan. Dia baru pulang dari belanja di mini market. Tiba-tiba dua orang laki-laki berboncengan memepet sepeda motor matic yang dikendarainya.

    Salah satu pemuda kemudian menjamah dompet milik Sri yang diletakkan di tempat menyimpan barang di bagian depan sepeda motor matic. Setelah berhasil, mereka lantas kabur. Sri berupaya mengejar tapi kalah cepat. Dia akhirnya berhenti di pos polisi tak jauh dari tempat kejadian perkara dan meminta bantuan. Tas yang dijambret berisi ATM, KTP, STNK, telepon seluler, dan uang tunai. "Uangnya tidak seberapa, surat-suratnya itu yang penting," tutur Sri.

    Kepala Unit Patroli Satlantas Polres Bangkalan Ipda Misdiyono yang menerima pengaduan korban mengatakan sudah menyebar ciri-ciri pelaku kepada anggotanya di lapangan. "Mudah-mudahan saja bisa tertangkap," katanya. Misdiyono kemudian mengantar Sri ke bagian SPKT Polres Bangkalan untuk membuat laporan.

    Menurut catatan Tempo, wilayah Kota Bangkalan rawan penjambretan. Dalam empat bulan terakhir setidaknya sudah lima kali terjadi penjambretan. Di Jalan Soekarno-Hatta sudah terjadi tiga kali termasuk yang menimpa Sri. Dua kasus lainnya terjadi sekitar kantor BPBD Bangkalan. 

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.