Kabin Kepala Truk Terbuka, Sopir dan Kernet Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kecelakaan truk kontainer. TEMPO/Fahmi Ali

    Ilustrasi kecelakaan truk kontainer. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Nasib nahas menimpa Umar, 21 tahun, dan Selamet, 21 tahun. Sopir dan kernet truk Fuso bernomor polisi B-9354-SYT itu tewas seketika setelah kepala truk hijau yang mereka tumpangi terbuka, sehingga membuat keduanya terlempar dan terseret badan truk yang melaju tanpa kendali di Jalan Raya Jonggol, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu, 3 Februari 2016.

    Kepala Fuso, yang bisa dibuka untuk memperbaiki mesin, tiba-tiba terbuka ke arah depan mobil saat melaju di jalan menurun. Mobil baru berhenti saat menabrak sebuah warung milik Asep Rian, 30 tahun, di Jalan Raya Jonggol.

    Kepala Unit Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Cianjur Inspektur Satu Irwan Alexander menjelaskan, ada tiga orang di dalam truk itu. Seorang lain, Yadi, 25 tahun, yang bertugas sebagai mekanik selamat dari peristiwa maut itu. "Ini human error. Kabin truk copot, dan sopir serta kernet jatuh lalu tergilas," ucap Irwan di Cianjur, Rabu, 3 Februari 2016.

    Menurut Irwan, mobil tersebut sedang melaju dari arah Cianjur menuju Bogor. Di jalan yang menurun, tiba-tiba truk terperosok lobang hingga kabin terbuka dari kaitnya dan mobil oleng tanpa kendali.

    Asep Rian, pemilik warung, berujar, ketika Fuso menabrak warung kecil yang menyatu dengan rumahnya, dia sedang tidak berada di warung. "Saya tahu setelah seseorang menelepon bahwa warung saya tertabrak Fuso," tuturnya.

    Rumah milik Asep tidak ikut rusak akibat peristiwa itu. Menurut dia, di dalam rumah, istrinya sedang terbaring sakit dan ditunggui dua anaknya.

    Ade, 45 tahun, wanita yang menyaksikan peristiwa tersebut, menjelaskan, setelah terperosok dan kepala truk terbuka, truk meluncur tanpa kendali di bagian kiri jalan. "Sekitar 50 meter meluncurnya," katanya.

    Jasad Umar dan Selamet langsung dibawa petugas Kepolisian Sektor Cikalongkulon ke Kamar Jenazah Rumah Sakit Umum Daerah Cianjur. Kepala Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Cianjur Jajat Multazam menuturkan kedua korban meninggal diduga karena luka terbuka di bagian kepala. "Luka terbuka sepanjang 9 sentimeter dan kedalaman luka mencapai tulang," ujarnya.

    DEDEN ABDUL AZIZ



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.