Gubernur dan Wakil Gubernur Ini Tak Bertegur Sapa 2 Tahun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho.  TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara Teuku Erry mengatakan komunikasi antara dirinya sewaktu sebagai wakil gubernur dengan gubenur non-aktif Gatot Pujo Nugroho hanya bertahan satu bulan. Setelah itu, selama dua tahun, nyaris tak pernah bertegur sapa meski sama-sama sebagai pejabat.

    "Seingat saya, komunikasi hanya sebulan pertama saja sejak dilantik," ungkap Teuku Erry saat menjadi saksi untuk terdakwa Gatot di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Rabu, 3 Februari 2016. Kalaupun terjadi komunikasi, Teuku Erry mengaku sangat jarang.

    Baca: Gubernur Gatot: Saya Kenal OC Kaligis Setelah Menikahi Evi

    Teuku Erry lantas membeberkan, tak lama setelah dilantik menjadi pasangan gubernur dan wakil gubernur, ia sempat menyatakan masalah gaji pegawai. Masalah pegawai itu karena terancam tak terbayar selama tujuh bulan. "Itu urusan sekretaris daerah," kata Teuku menirukan ucapan Gatot Pujo Nugroho.

    Sejak itu, Teuku Erry mengaku, tak diperkenankan menangani urusan kepegawaian dan tidak pernah dipanggil bertemu untuk koordinasi. "Gubernur (Gatot Pujo Nugroho) tidak ingin saya terlibat terlalu dalam di pemerintahan," kata dia.

    Tugasnya selama mendapingi Gatot Pujo Nugroho, Teuku Erry mengatakan hanya pengawasan dan membantu pekerjaan gubernur secara umum. Misalnya memberikan teguran secara tertulis kepada SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) jika ditemukan laporan buruk. "Pembagian tugas tidak diberikan secara jelas karena komunikasi yang kurang antara Gubernur dan Wagub," kata dia.

    Baca: Gubernur Gatot Bisa Seperti OC Kaligis, Lalu Siapa Evy?

    Politikus Partai Nasdem itu mengaku tak tahu sebab buruknya komunikasi dengan Gatoto Pujo Nugroho. Beberapa kali meminta penjelasan ke gubernur untuk bertemu, tak diberi kesempatan.  Hubungan tak harmonis itu kemudian ditengahi oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Surya Paloh mempertemukan keduanya.

    Menurut Teuku Erry, Surya Paloh diminta menjadi penengah oleh Gatot Pujo.  Sejak pertemuan tersebut hubungan keduanya lebih baik. Gatot secara resmi meminta Teuku Erry untuk menghadiri beberapa acara menggantikan dirinya.

    Gatot Pujo Nugroho kini terseret sejumlah kasus korupsi. Oleh penyidik KPK, Gatot sejak 5 November 2015 dijadikan tersangka terkait dengan kasus suap sejumlah anggota DPRD. Sedangkan kasus lainnya yaitu dugaan korupsi  dana Bansos (bantuan sosial) Provinsi Sumatera Utara, yang ditangani Kejaksaan.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.