Polisi Selidiki Dugaan Pemalsuan Dokumen Izin Terbang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Penipuan

    Ilustrasi Penipuan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Umum Kepolisian RI telah mendalami kasus dugaan pemalsuan dokumen izin terbang PT Airfast oleh seseorang berinisial MT. Walau dalam berkas pelaporan MT sebagai terlapor tunggal, kepolisian akan mendalami kemungkinan adanya keterlibatan maskapai terkait dengan kasus ini.

    "Bisa jadi (ada keterlibatan), tapi ini dilaporkannya personal. Nanti kita lihat perkembangan selanjutnya," ucap Kepala Bagian Analisis dan Evaluasi Badan Reserse Kriminal Komisaris Besar Hadi Ramdani di Markas Besar Polri, Rabu, 3 Februari 2016.

    Hadi mengatakan MT dijerat Pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pemalsuan dokumen. Ia diancam dengan hukuman lebih dari 4 tahun penjara. "Ancaman hukuman ini ibaratnya kami menyesuaikan unsur-unsur yang terpenuhi dalam pasal itu, sejauh mana keterlibatannya, sejauh mana dengan dokumen yang ada," ujar Hadi.

    MT, flight operation officer PT Airfast, diduga memalsukan izin penerbangan ke beberapa daerah, yaitu Jakarta, Bali, Makassar, dan Papua. Ia dilaporkan salah seorang pegawai negeri sipil dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan berinisial MK kemarin. Hadi menuturkan izin terbang yang dipalsukan hanya untuk satu kali penerbangan.

    Saat melaporkan MT, MK juga membawa dokumen-dokumen yang diduga dipalsukan MT. Hadi mengatakan akan mendalami dulu dokumen yang diberikan. "Tindakan selanjutnya adalah kami akan panggil saksi pelapor. Setelah itu, periksa saksi dan dokumen yang terkait dengan penerbangan itu sendiri," ucapnya.

    EGI ADYATAMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.