Dewan Pertimbangan Ingin Munaslub Golkar Digelar Maret

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para senior Partai Golkar bertemu dengan Akbar Tandjung di Akbar Tandjung Institute, Pancoran, Jakarta Selatan, 7 Januari 2016. Mereka meminta Akbar membentuk presidium untuk mempersiapkan munas bersama. TEMPO/Angelina Anjar Sawitri

    Para senior Partai Golkar bertemu dengan Akbar Tandjung di Akbar Tandjung Institute, Pancoran, Jakarta Selatan, 7 Januari 2016. Mereka meminta Akbar membentuk presidium untuk mempersiapkan munas bersama. TEMPO/Angelina Anjar Sawitri

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar hasil Munas VII Riau angkat bicara terkait dengan rencana penyelenggaraan musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) terkait dengan perpecahan di partai Golkar. “Tadi malam kami telah menemui kesepakatan untuk merumuskan hal-hal terkait penyelenggaraan Munaslub nanti,” tutur Ketua Dewan Pertimbangan Golkar, Akbar Tandjung, di Akbar Tandjung Institute, Jakarta, Rabu, 3 Februari 2016.

    Dewan Pertimbangan secara keseluruhan mengeluarkan lima poin rekomendasi untuk mensukseskan penyelenggaraan Munaslub nanti. Pertama, Dewan Pertimbangan menyarankan penyelenggaraan Munaslub dilakukan selambat-lambatnya pada Maret mendatang. Kata dia, ini untuk mempersiapkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah pada Februari 2017.

    Kedua, mendesak DPP Golkar untuk segera membentuk kepanitiaan Munaslub. Pembentukan panitia harus dilakukan secara terbuka melalui rapat pleno sesuai dengan anggaran dasar dan rumah tangga partai. “Panitianya harus melibatkan kedua kubu yang sedang bertikai.”

    Ketiga, Akbar berharap agar pelaksanaan Munaslub dapat menghasilkan rekonsiliasi total berasaskan demokrasi. Sebelumnya, perpecahan di tubuh Golkar tidak hanya terjadi di elite partai, tapi juga hingga kepengurusan di daerah.

    “Kami juga menyarankan agar kader partai yang sebelumnya dipecat mendapatkan rehabilitasi dan mendapatkan hak-haknya sebagai kader,” kata dia. Menurut Akbar, Munaslub harus menghasilkan iklim yang kondusif bagi kepengurusuan pusat hingga daerah.

    Terakhir, Dewan Pertimbangan menyatakan  bakal memantau perkembangan pelaksanaan Munaslub nanti. Dia menginginkan agar konflik dapat diredam dan berbagai pihak yang bertikai dapat dipersatukan kembali.

    Sebelumnya, Wakil Bendahara Umum Partai Golkar hasil Musyawarah Nasional Riau, Bambang Soesatyo, membeberkan bahwa ada beberapa nama calon Ketua Penyelenggara Munas Golkar ke-10. Nama Nurdin Halid, Ahmadi Noor Supit, Mohammad Suleman Hidayat, Theo Sambuaga, dan Yorrys Raweyai disebut-sebut bakal jadi Ketua Penyelenggara. "Tapi belum bisa dipastikan. Itu baru akan dirapatkan dalam rapat pleno Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar hasil Munas Riau," ujar dia.

    Hingga kini, menurut Bambang, persiapan Munaslub belum jelas. Kubu Aburizal Bakrie mengusulkan Munaslub digelar pada Juni mendatang.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.