Wabah Demam Berdarah Merajalela, PKS Buka Posko Bantu Warga  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak penderita DBD mengintip dari balik gorden di RSUD Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, 30 Januari 2015. TEMPO/Suryo Wibowo

    Seorang anak penderita DBD mengintip dari balik gorden di RSUD Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, 30 Januari 2015. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.COSemarang - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuka pos koordinasi untuk membasmi Demam Berdarah Dengue (DBD). “Posko ini dalam rangka menghadapi kasus demam berdarah di kota ini yang bisa dibilang tinggi dan terus meningkat,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah PKS Kota Semarang Ari Purbono, Rabu, 3 Februari 2016.

    Posko tersebut dibuat untuk mencegah wabah akibat nyamuk Aedes Aegypti di Semarang. “Kami ikut berpartisipasi membantu masyarakat,” kata Ari. Posko itu dibentuk di setiap kecamatan dengan menggerakkan kerja bakti massal.

    Menurut dia, posko juga dilengkapi layanan fogging atau pengasapan gratis di daerah endemis. Selain itu, partai menyediakan ambulans gratis antarjemput pasien yang berobat ke rumah sakit. “Kami menyediakan call center 085102268828. Masyarakat yang memerlukan tinggal menelepon,” katanya.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Widoyono menyambut baik partisipasi itu. “Penanganan DBD memang tidak mutlak tanggung jawab pemerintah. Ini perlu keterlibatan masyarakat,” katanya.

    Tercatat Kota Semarang masuk peringkat tiga kasus demam berdarah di Indonesia. Pada 2015, penderita DBD naik dari 1.628 menjadi 1.729 orang. “Jumlah penderita yang meninggal dunia turun, dari 27 orang pada 2014 menjadi 20 orang pada 2015,” katanya. 

    EDI FAISOL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.