Temui JK, Golkar Kubu Agung dan Ical Pastikan Gelar Munas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pimpinan Partai Golkar, Aburizal Bakrie (tengah), bersama Agung Laksono (kiri) dan mantan Ketum Golkar, Jusuf Kalla, menunjukkan surat kesepakatan islah terbatas di Jakarta, 30 Mei 2015. Dualisme Partai Golkar makin panjang pasca pecahnya pendapat usulan nama Ketua DPR pengganti Setya Novanto. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Pimpinan Partai Golkar, Aburizal Bakrie (tengah), bersama Agung Laksono (kiri) dan mantan Ketum Golkar, Jusuf Kalla, menunjukkan surat kesepakatan islah terbatas di Jakarta, 30 Mei 2015. Dualisme Partai Golkar makin panjang pasca pecahnya pendapat usulan nama Ketua DPR pengganti Setya Novanto. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta – Partai Golongan Karya kubu Agung Laksono dan kubu Aburizal Bakrie sepakat penyelenggaraan Musyawarah Nasional Golkar akan digelar pada April atau Mei 2016. Kesepakatan itu diambil setelah mereka mengadakan pertemuan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla pagi tadi.

    "Inti pertemuannya, kami menyikapi SK Menteri Hukum dan HAM dengan positif serta siap melaksanakan Munas dengan semangat rekonsiliasi, berkeadilan, dan demokratis," kata Agung saat ditemui di kantor pimpinan pusat kolektif Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 3 Februari 2016.

    Jusuf Kalla hari ini mengundang kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono untuk membicarakan pelaksanaan Munas Golkar. Kemarin beredar beberapa nama yang disebut menjadi calon kuat Ketua Panitia Penyelenggara Munas Golkar kesepuluh. Mereka adalah Nurdin Halid, Ahmadi Noor Supit, Mohamad Suleman Hidayat, Theo Sambuaga, dan Yorrys Raweyai.

    Agung menuturkan pembentukan Panitia Penyelenggara Munas akan rampung satu-dua pekan ke depan. Menurut dia, Jusuf Kalla, yang juga menjabat Ketua Tim Transisi Partai Golkar, meminta beberapa syarat dalam memilih penyelenggara Munas.

    "Pak JK meminta nanti yang terpilih orang yang soft, bisa menjaga persatuan, akomodatif, dan demokratis," ujar Agung. Ia memastikan penyelenggara Munas akan berasal dari dua kubu.

    EGI ADYATAMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.