Hujan Deras Guyur Bali, Bandara Ngurah Rai Sempat Ditutup  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memberi penjelasan kepada warga negara asing terkait penutupan sementara bandara di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar, 4 November 2015. Berdasarkan Notice to Airman No. A2468/15, Bandara Ngurah Rai ditutup sementara mulai pukul 19.30 hingga 23.30 WITA. ANTARA/Nyoman Budhiana

    Petugas memberi penjelasan kepada warga negara asing terkait penutupan sementara bandara di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar, 4 November 2015. Berdasarkan Notice to Airman No. A2468/15, Bandara Ngurah Rai ditutup sementara mulai pukul 19.30 hingga 23.30 WITA. ANTARA/Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Kuta - Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sempat ditutup total karena hujan deras merata mengguyur Bali. Hujan deras membuat jarak pandang penerbangan berkurang.

    General Manager PT Angkasa Pura I Gusti Ngurah Rai Trikora Harjo mengatakan bandara sempat ditutup pukul 11.30-13.00 Wita. "Tadi kami tutup karena jarak pandang di bawah 300 meter. Tentu saja hal itu membahayakan bagi penerbangan," kata Trikora saat dihubungi Tempo, Rabu, 3 Februari 2016.

    Saat ini hujan deras masih mengguyur Bali. Namun, Trikora menjelaskan, Bandara I Gusti Ngurah Rai sudah kembali dibuka. "Sudah kami buka karena jarak pandang sekarang sekitar 2.000 meter," ujarnya.

    Adapun Kepala BMKG Wilayah III Denpasar Wayan Suardana mengatakan musim hujan di Bali saat ini sedang mencapai puncaknya. Ia menjelaskan, pada Rabu, 3 Februari 2016, hujan deras terjadi merata di seluruh daerah di Bali. Tingkat aktifnya, kata dia, berada di bagian tengah sampai dengan selatan.

    "Berdasarkan pantauan kami, Bali akan diguyur hujan sampai satu minggu ke depan. Tapi ada fluktuasi tidak merata di semua daerah," katanya saat dihubungi Tempo.

    Suardana menuturkan, selama Februari, curah hujan yang akan mengguyur Denpasar cukup aktif. Sebab, kata dia, pusat-pusat tekanan udara berada di posisi selatan Bali dan Nusa Tenggara.

    "Angin muson barat (banyak membawa uap air) mendorong untuk memperkuat awan hujan. Dan melemahnya El Nino juga menjadi sebab," ujarnya.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.