Ditolak di Nganjuk, Eks Anggota Gafatar Ini Terlunta di Surabaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi bermain bersama anak-anak di penampungan eks-anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Asrama Transito Dinas Transmigrasi dan Kependudukan Jawa Timur, Surabaya, 24 Januari 2016. Selama di penampungan, anak-anak tersebut akan diberi pendampingan selama 3 hari berada di asrama. ANTARA/Zabur Karuru

    Polisi bermain bersama anak-anak di penampungan eks-anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Asrama Transito Dinas Transmigrasi dan Kependudukan Jawa Timur, Surabaya, 24 Januari 2016. Selama di penampungan, anak-anak tersebut akan diberi pendampingan selama 3 hari berada di asrama. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.COSurabaya - Satu keluarga bekas pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang ditolak di Kabupaten Nganjuk akhirnya dikembalikan lagi ke Surabaya. Pemerintah Kota Surabaya mengontrakkan rumah buat mereka agar bisa hidup layak.

    Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Surabaya Soemarno mengatakan, setelah dikembalikan ke Surabaya, satu keluarga itu ditampung kakak kandungnya bernama Sri Nur Jannah sejak Senin, 1 Februari 2016. "Dia tinggal di rumah kakaknya,” katanya, Selasa, 2 Februari 2016.

    Satu keluarga itu terdiri atas Sulaiman Hadi Sasmito, 45 tahun; istrinya, Suparmi (42); dan anak semata wayang, Wahyu Nugroho (21). Mereka merupakan bagian dari 12 eks anggota Gafatar yang dipulangkan pemerintah pada 24 Januari 2016. “Mereka ini memang berkartu tanda penduduk Surabaya,” tuturnya.

    Camat Sawahan Muhammad Yunus menuturkan Sulaiman dan anak-istrinya sudah ditampung kakaknya di sebuah rumah. “Benar mereka sudah diserahkan ke kami,” ucapnya.

    Selanjutnya, kata Yunus, pihak kecamatan menempatkan mereka di rumah kontrakan di Kecamatan Sawahan. “Tidak ada masalah dengan warga sekitar,” katanya.

    Menurut Yunus, Sulaiman telanjur tidak punya apa-apa saat dipulangkan dari Kalimantan Barat. Sebab, masa kontrak rumah yang dia sewa tidak diperpanjang ketika ditinggal ke Kalimantan. Karena tidak punya tempat tinggal, Sulaiman memutuskan akan menumpang di rumah temannya di Nganjuk. Namun, sampai di Nganjuk, mereka ditolak dan dikembalikan lagi ke Surabaya.

    "Setelah kami telusuri, diketahui dia punya saudara kandung di Surabaya. Akhirnya mereka kami pulangkan ke rumah kakaknya itu,” katanya.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?