BNPT Umumkan 19 Pesantren yang Digolongkan Radikal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Saud Usman Nasution. TEMPO/Imam Sukamto

    Saud Usman Nasution. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Saud Usman Nasution mengatakan telah memegang 19 nama pesantren berpaham radikal yang berkaitan dengan figur teroris. Namun pihaknya belum memastikan tindakan apa yang bisa diberikan terhadap pesantren-pesantren itu. 

    "Kami tidak bisa serta-merta mencabut izinnya karena itu bukan wewenang kami. Kalau kayak gitu, kembali ke masa Orde Baru," katanya seusai diskusi “Deradikalisasi” di Graha Gus Dur, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Februari 2015. 

    BNPT berniat mempublikasikan nama-nama pesantren radikal agar mudah dipantau kegiatannya. Saat ini 19 nama sudah dipegang, tapi bisa bertambah setelah dikonfirmasikan ke Majelis Ulama Indonesia, Kementerian Agama, NU, dan Muhammadiyah. 

    Menurut Saud, tindakan BNPT sejauh ini hanya memantau santri ataupun pimpinan pesantren itu jika tiba-tiba melakukan tindakan yang mencurigakan. Walaupun, kata dia, tak semua pesantren bisa dipantau sekaligus karena keterbatasan sumber daya BNPT. 

    "Itulah sebabnya nama pesantren tersebut akan dibuka. Supaya kami tidak bekerja sendiri. Anggaran kami juga terbatas," ujarnya.

    Saud menyebutkan, tiga dari 19 nama pesantren itu adalah Ngruki di Solo, Al-Ikhlash di Lamongan, serta Missi Islam di Jakarta. Ketiga pesantren itu belum dikonfirmasi mengenai tudingan tersebut.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.