Pemerintah Ingin Danau Toba Jadi 'Monaco of Asia'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang nelayan saat menjala ikan ditepian danau toba di Desa Tongging, Karo, Sumut, Sabtu (25/01). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Seorang nelayan saat menjala ikan ditepian danau toba di Desa Tongging, Karo, Sumut, Sabtu (25/01). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.COJakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli mengatakan pemerintah berencana menjadikan Danau Toba sebagai “Monaco of Asia”. Hari ini pemerintah menggelar rapat terbatas (ratas) mengenai pengembangan Danau Toba. 

    "Kami ingin mengembangkan Danau Toba sebagai Monaco of Asia. Beberapa minggu yang lalu, kami mengajak beberapa menteri yang terkait dengan rancangan pembangunan infrastruktur," katanya sebelum ratas di kompleks Istana, Selasa, 2 Februari 2016.

    Infrastruktur yang dimaksudkan misalnya pelabuhan udara baru dan pembersihan danau. Rizal mengatakan pemerintah menginginkan akses ke Danau Toba bisa dicapai dalam waktu 1,5 jam, padahal saat ini Danau Toba diakses lebih dari empat jam.

    Saat membuka ratas, Presiden Joko Widodo meminta kementerian terkait memperkuat konektivitas di sekitar Danau Toba. "Akses harus baik berkaitan dengan pelabuhan, bandara, dan jalan," katanya. Presiden juga meminta menteri-menteri terkait menyiapkan "branding" khusus untuk Danau Toba.

    Jokowi menginginkan nantinya pelayanan wisata di Danau Toba bisa sesuai dengan standar internasional dengan atraksi-atraksi seni budaya yang berkelas. Presiden mengatakan diperlukan sebuah terobosan, baik secara regulasi maupun pengerjaan proyek di lapangan, agar bisa segera terealisasi. 

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.