LBH APIK Wakili Asisten Pribadi Masinton Lapor ke MKD

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Panitia Khusus (Pansus) Pelindo II Masinton Pasaribu menyampaikan pertanyaan dalam Rapat Kerja Pansus Pelindo II dengan Jaksa Agung HM Prasetyo di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 29 Oktober 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Anggota Panitia Khusus (Pansus) Pelindo II Masinton Pasaribu menyampaikan pertanyaan dalam Rapat Kerja Pansus Pelindo II dengan Jaksa Agung HM Prasetyo di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 29 Oktober 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Asisten pribadi Masinton Pasaribu, Dita Aditia Ismawati, melaporkan anggota Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu ke Mahkamah Kehormatan Dewan, Selasa, 2 Februari 2016. Dita melaporkan anggota Komisi Hukum DPR tersebut melalui kuasa hukumnya, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK).

    Sekitar pukul 13.30 WIB, Direktur LBH APIK Ratna Batara Munti beserta dua kuasa hukum Dita datang ke sekretariat MKD untuk menyerahkan persyaratan administrasi pengaduan. Ratna diterima oleh dua petugas sekretariat MKD. Setelah itu, rombongan Ratna ditemui Wakil Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad.

    Selang satu jam pertemuan, Ratna keluar dari ruang rapat MKD. Ratna mengatakan laporannya telah diterima oleh Dasco. "Intinya, MKD tidak akan tebang pilih dan tidak ada diskriminasi. Siapa pun yang melakukan kekerasan, harus diproses," kata Ratna setelah bertemu dengan Dasco.

    Ratna berharap, MKD menindaklanjuti dugaan kasus pelanggaran kode etik yang dilaporkannya. Dia meminta MKD memanggil Masinton. "Kalau sampai MKD tidak menjalankan fungsinya, MKD harus diisi oleh pihak di luar DPR. Di sini kami menguji MKD," ucapnya.

    Secara terpisah, Dasco mengatakan LBH APIK meminta Majelis Kehormatan memproses laporan itu. LBH APIK, melalui Ratna, juga meminta kasus tersebut tidak dipolitisasi. Selanjutnya, kata Dasco, MKD memverifikasi kasus ini. "Apakah ditindaklanjuti atau menunggu proses hukum," ujarnya.

    Karena sudah memasuki ranah hukum, kata Dasco, MKD berkoordinasi dengan penyidik Badan Reserse Kriminal Polri. MKD pun akan menggelar rapat internal untuk memutuskan kelanjutan dari kasus ini. "Mungkin pekan depan," katanya.

    Pada 21 Januari kemarin, anggota Komisi Hukum, HAM, dan Keamanan DPR, yang juga politikus dari PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu, diduga telah memukul asisten pribadinya, Dita Aditia Ismawati. Dita melaporkan tindakan Masinton kepada Badan Reserse Kriminal Polri.

    Namun Masinton dan Dita memiliki cerita yang berbeda mengenai kejadian itu. Menurut Masinton, saat berada di daerah Otista untuk mengantarkannya pulang, Dita yang tengah mabuk tiba-tiba menarik setir mobil yang dikemudikan oleh tenaga ahlinya, Abraham Leo. Mobil yang oleng membuat Abraham refleks menepis tangan Dita dan tanpa sengaja mengenai wajah Dita.

    Hal itu berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Dita. Melalui Sekretaris Badan Hukum DPW Partai NasDem DKI Jakarta, Wibi Andrino, Dita mengaku yang memukulnya adalah Masinton sendiri. Di dalam mobil itu juga tidak ada orang lain, selain Dita dan Masinton.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI

    Baca:
    Pertama Kali, Partai Suu Kyi Pimpin Rapat Parlemen Hari Ini
    Tragedi, Chef Terbaik Dunia Ditemukan Meninggal
    INFOGRAFIK: BPJS Kapan untuk Semua


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.