DPR Sahkan 9 Nama Komisioner Ombudsman 2016-2020  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Ombudsman Republik Indonesia di Jalan Rasuna Said, Jakarta. TEMPO/Seto Wardhana

    Gedung Ombudsman Republik Indonesia di Jalan Rasuna Said, Jakarta. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.COJakarta - Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan sembilan nama komisioner Ombudsman Republik Indonesia periode 2016-2020 dalam rapat paripurna hari ini, Selasa, 2 Februari 2016. Sembilan nama tersebut ditetapkan setelah mereka lolos dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi Aparatur dan Reformasi Birokrasi DPR pada 26-28 Januari 2016.

    Sembilan nama tersebut dipilih dari 18 nama yang diserahkan tim panitia seleksi kepada DPR. Dari hasil fit and proper test kemarin, terpilih Amzulian Rivai sebagai Ketua ORI dan Lely Pelitasari sebagai Wakil Ketua ORI. Tujuh nama komisioner ORI lainnya adalah Adrianus Meliala, Ahmad Alamsyah Saragih, Ahmad Suaedy, Alvin Lie, Dadan Suparjo, Laode Ida, dan Ninik Rahayu.

    Dalam rapat paripurna, Komisi II, yang melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon anggota ORI, melaporkan hasil seleksinya. Laporan itu dibacakan Ketua Komisi II Rambe Kamarul Zaman. "Komisi II memilih dan menetapkan secara musyawarah mufakat," ucapnya.

    Semua anggota DPR pun setuju dengan pengesahan itu. Setelah mendapat persetujuan dari seluruh anggota Dewan, pimpinan DPR menetapkan kesembilan komisioner ORI tersebut. Pimpinan sidang, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, pun mengetok palu tanda disahkannya kesembilan nama tersebut. 

    Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia, sembilan nama tersebut akan diberikan kepada presiden. Kemudian, presiden harus melantik kesembilan nama ini dalam waktu paling lambat 14 hari kerja sejak tanggal surat diterima presiden dari pimpinan DPR.

    Pada 26-28 Januari lalu, Komisi II melakukan fit and proper test secara maraton terhadap 18 nama yang diserahkan Presiden Joko Widodo melalui panitia seleksi. Setiap hari, DPR menyeleksi enam calon. Masing-masing calon diberi waktu uji selama satu jam.

    Dalam waktu satu jam tersebut, para anggota Komisi II dipersilakan mengajukan pertanyaan yang harus dijawab para calon anggota ORI. Hasil pemilihan anggota baru ORI langsung diumumkan pada 28 Januari setelah fit and proper test berakhir. 

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.