Cuaca Buruk, ASDP Tutup Pelayaran di Nusa Tenggara Timur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi nelayan melaut pada saat cuaca buruk. ANTARA/Dedhez Anggara

    Ilustrasi nelayan melaut pada saat cuaca buruk. ANTARA/Dedhez Anggara

    TEMPO.CO, Kupang - PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Kupang, Nusa Tenggara Timur, menutup sementara pelayaran ke semua arah akibat gelombang tinggi yang melanda daerah itu, Senin, 1 Februari 2015.

    "Kami tutup sementara pelayaran ke semua lintasan karena gelombang tinggi," kata Kepala PT ASDP Indonesia Feri Cabang Kupang Arnoldus Yansen.

    Tinggi gelombang di perairan Nusa Tenggara Timur diperkirakan mencapai 4 meter dengan kecepatan angin 25-30 kilometer per jam.

    Penutupan, menurut dia, berlangsung hingga batas waktu yang belum ditentukan. Pelayaran akan dibuka kembali jika cuaca sudah membaik. "Kami tak mau mengambil risiko. Jika cuaca normal, baru akan dibuka kembali," ucapnya.

    Akibat penutupan pelayaran ini, semua kapal roll on-roll of (RORO) milik ASDP harus menepi di Pelabuhan Hansisi, Pulau Semau, yang berjarak sekitar 5 mil di bagian barat Pelabuhan Penyeberangan Bolok.

    Gius, calon penumpang kapal Feri, terpaksa pulang dengan kecewa karena tak ada kapal yang berangkat ke Larantuka, Flores Timur. "Kami mau mengantarkan mobil ke Larantuka, tapi pelayaran tutup," tuturnya.

    Hingga Senin siang, di Pelabuhan Bolok mulai terlihat penumpukan kapal barang yang hendak menyeberang ke sejumlah kabupaten.

    YOHANES SEO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.