Diduga Aniaya Staf Ahlinya, Masinton Dilaporkan ke Polisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi pemukulan. tbo.com

    ilustrasi pemukulan. tbo.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah  Partai Nasional Demokrat DKI Jakarta Wibi Andrino melaporkan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Masinton Pasaribu ke Markas Besar Kepolisian, atas dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap Dita Aditya tenaga ahli Masinton yang juga anggota DPW Nasdem DKI Jakarta.

    Menurut Wibi penganiayaan tersebut berbentuk pukulan tangan kiri Masinton ke mata kanan Dita sebanyak dua kali.

    Mulanya, kata Wibi, Dita yang sedang kumpul-kumpul dengan anggota partai Nasdem di Kafe Camden Cikini dijemput oleh Masinton. Masinton membawa Dita dengan mobilnya sementara supir pribadi masinton disuruh membawa mobil Dita. “Di mobil berdua aja, Dita sama Masinton,” ujar Wibi saat dihubungi Tempo, Sabtu, 30 Januari 2016.

    Wibi menuturkan di perjalanan Dita diinterogasi oleh Masinton. Dirinya merasa Dita dan anggota partai Nasdem yang saat itu sedang berkumpul membicarakan dirinya. “Ngobrolin apa aja? Ngomongin gua ya?” kata Wibi menirukan ucapan Masinton.

    Wibi menambahkan akibat hal tersebut terjadi cekcok di antara Dita dan Masinton. Di tengah percekcokan itu tiba-tiba tangan kiri masinton memukul wajah Dita sebanyak dua kali.

    Ia membantah kalau hal ini dipolitisir. Menurut Wibi dirinya terus terang menyatakan bahwa ia menjabat sebagai sekretaris DPW Jakarta Partai Nasdem. “Dita kader Nasdem, gua pasti bela, dia anggota gua,” tuturnya.

    Dita yang dihubungi setelah melaporkan Masinton mengatakan laporan sudah masuk ke pihak kepolisian. Ia pun berpesan pada Masinton untuk meminta maaf secara terbuka pada Dita. “Masih ada kesempatan buat dia, kami juga tidak mau berpanjang-panjang, akui aja kesalahannya,” kata Wibi.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.